Jakarta (01/11). Komunikasi yang terbuka dapat meningkatkan kepekaan terhadap kondisi orang lain, serta menciptakan suasana yang nyaman untuk berbagi cerita. Ini yang ditekankan Nana Maznah sebagai narasumber kepada 60 peserta di Pelatihan Bimbingan Konseling LDII Jakarta Barat.
Seminar Pengenalan Dasar Bimbingan Konseling (BK) dan Keterampilan Dasar Konseling yang digelar DPD LDII Jakarta Barat ini berlangsung di Aula Serbaguna Mambaul Huda, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Minggu, 1 November 2026.
Tujuannya memberikan pembekalan kepada peserta mengenai konsep dasar bimbingan konseling, strategi penerapannya, serta keterampilan komunikasi dalam membantu sesama menghadapi berbagai persoalan.
Dalam pemaparan materi, Nana Maznah Prasetyo sebagai konselor keluarga menjelaskan bahwa penerapan bimbingan konseling dapat dimulai dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga dan masyarakat.
“Warga LDII diharapkan mampu membangun komunikasi yang terbuka, meningkatkan kepekaan terhadap kondisi orang lain, serta menciptakan suasana yang nyaman untuk berbagi cerita. Setiap individu perlu memiliki kepedulian dan kemauan untuk mendengarkan orang lain tanpa memberikan penilaian,” ujarnya.
Lebih lanjut, narasumber lainnya Endah Anggraeni menyampaikan bahwa pemahaman mengenai bimbingan konseling perlu ditindaklanjuti melalui praktik dalam kehidupan sehari-hari. Peserta diharapkan dapat mengembangkan keterampilan komunikasi, membiasakan diri memberikan perhatian kepada orang lain, serta memperdalam pengetahuan melalui pembelajaran lanjutan.
“Jangan sampai materi yang sudah disampaikan hanya berhenti sebagai pengetahuan, tetapi bagaimana kita bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ucap Eni.
Selain penerapan BK, Puri Fitriani sebagai bimbingan konseling sekolah juga menjelaskan teknik mendengarkan sebagai salah satu keterampilan penting dalam proses konseling. Seorang konselor harus memberikan perhatian penuh ketika seseorang bercerita, tidak memotong pembicaraan, serta menunjukkan sikap empati.
“Ketika ada seseorang yang ingin bercerita, kita harus menjadi pendengar yang baik. Dengarkan terlebih dahulu apa yang disampaikan, jangan terburu-buru memberikan tanggapan atau menghakimi,” ungkap Puri.
Menurut Puri, kemampuan mendengarkan bukan sekadar mendengar perkataan seseorang, melainkan juga memahami perasaan dan kondisi yang sedang dialaminya. Oleh karena itu, konselor perlu menunjukkan perhatian melalui kontak mata, bahasa tubuh, serta respons yang sesuai.

“Pendekatan ini dapat membantu membangun rasa aman dan kepercayaan sehingga seseorang lebih terbuka dalam menyampaikan permasalahannya. Apabila persoalan membutuhkan penanganan khusus, konselor perlu mengarahkan individu kepada tenaga profesional,” pungkasnya.
Melalui seminar ini, DPD LDII Jakarta Barat berharap warga dapat memahami dan menerapkan keterampilan dasar bimbingan konseling dalam kehidupan bermasyarakat. Bekal tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat komunikasi antar sesama, serta mewujudkan lingkungan yang harmonis, suportif, dan saling memberikan dukungan. (*)

