Bukan Sekadar Ajang Olahraga, Gentana Cup 3.0 LDII Jaksel Jadi Ruang Kaderisasi Pemuda

Depok (25/10). Ribuan orang memadati Pusdiklat Senkom Mitra Polri, Sawangan, Depok, pada Minggu (25/10/2026). Di balik sorak-sorai penonton pertandingan sepak bola dan kemeriahan bazar kuliner, terselip sebuah proses penting yang tak kasatmata: ajang kaderisasi dan unjuk gigi para remaja dalam mengelola acara berskala besar.

Festival ini bertajuk Gentana Cup 3.0. Gentana, yang merupakan akronim dari Generasi Jakarta Selatan, adalah wadah pergerakan dan pembinaan generasi muda di bawah naungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jakarta Selatan.

Menjadi puncak dari rangkaian kegiatan yang telah bergulir selama dua bulan terakhir, festival inisiasi pemuda LDII Jaksel ini sukses menyedot lebih dari 1.000 peserta dan pengunjung sekaligus menjadi ruang perjumpaan lintas generasi.

Mengusung tema “Energi Sportivitas: Karakter Berkualitas”, Gentana Cup memadukan kompetisi olahraga, permainan interaktif, hingga pemberdayaan ekonomi melalui bazar UMKM. Beragam kegiatan seperti jalan sehat, lomba mewarnai, cerdas cermat, hingga memancing menjadi magnet utama bagi warga untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Belajar Memimpin dari Lapangan

Dewan Penasihat (Wanhatda) DPD LDII Jakarta Selatan, KH Aceng Karimullah, mengungkapkan bahwa Gentana Cup tidak sekadar perayaan, tetapi juga laboratorium pembelajaran bagi para remaja LDII.

Menurutnya, para remaja dilibatkan penuh mulai dari tahap perencanaan, pengelolaan anggaran, hingga eksekusi di lapangan. Proses ini menuntut mereka memahami bahwa gagasan besar membutuhkan persiapan matang, koordinasi, dan kerja sama tim yang solid.

“Kegiatan seperti ini perlu dilestarikan sebagai sarana mengaderisasi remaja tentang bagaimana caranya mengorganisasi suatu kegiatan secara langsung,” ujar Aceng.

Melalui keterlibatan ini, generasi muda ditempa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi, pemecahan masalah, serta kedisiplinan. Pengalaman empiris ini menjadi krusial dalam membentuk jiwa kepemimpinan dan komitmen terhadap tanggung jawab bersama di luar kegiatan formal institusi.

Melebur Sekat Lintas Generasi

Selain kaderisasi, Gentana Cup juga membawa misi sosial untuk mempererat silaturahmi antarwarga yang kerap sibuk dengan rutinitas. Aceng menyoroti pentingnya keseimbangan aktivitas fisik dan sosial di ruang terbuka guna melengkapi rutinitas pembinaan yang selama ini lebih banyak berpusat di masjid.

“Selama ini aktivitas kita banyak di sekitar masjid. Namun, kita juga perlu beraktivitas di alam terbuka. Secara kesehatan kita tidak hanya duduk terus, tetapi dituntut untuk bergerak,” jelasnya.

Ia menambahkan, festival ini efektif meleburkan sekat usia. “Orang tua, remaja, hingga anak-anak usia dini—yang dalam pembinaan kami sebut sebagai usia ‘cabe rawit’—bisa berkumpul dan berinteraksi di sini. Ini memperluas jalinan sosial yang mungkin tidak tercipta di keseharian,” tutur Aceng.

Ketua Panitia Pelaksana Gentana Cup 3.0, Reyhan Yudha Tenaya, berharap kemeriahan festival ini dapat memperkuat kohesi sosial masyarakat sekaligus menanamkan nilai positif.

“Alhamdulillah, kita tiba di puncak Festival Gentana Cup 3.0. Mari kita gelorakan semangat ‘Energi Sportivitas: Karakter Berkualitas’. Semoga kebersamaan ini membawa keberkahan dan semakin mempererat silaturahmi,” ungkap Reyhan.

Momentum penyelenggaraan di bulan Oktober dinilai sangat relevan dengan semangat Hari Sumpah Pemuda. Unsur Pimpinan DPD LDII Jakarta Selatan, Teguh Sugiono, mengapresiasi konsistensi edisi ketiga ini. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa generasi muda mampu mengambil peran aktif di tengah masyarakat untuk menjaga kerukunan dan kekompakan.

Pada akhirnya, tolok ukur keberhasilan Gentana Cup 3.0 tidak semata dilihat dari jumlah pengunjung atau megahnya panggung perayaan. Keberhasilan sesungguhnya terletak pada keberanian generasi muda mengambil tanggung jawab, serta tumbuhnya kebersamaan lintas generasi dalam satu ruang interaksi. (*)

Related posts

Leave a Comment