Ketum DPP LDII Dorong Sinergi dengan Stakeholder dan Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

JAKARTA (30/10). Ketua Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya, Ak., M.Com., CA. menegaskan pentingnya Meningkatkan sinergi dan kerjasama dengan pemangku kepentingan dan lebih banyak berkontribusi nyata secara berkelanjutan bagi masyarakat melalui pengoptimalan delapan bidang pengabdian organisasi.

Hal tersebut disampaikannya dalam wawancara mengenai bagaimana arah kebijakan organisasi serta penguatan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) DPW LDII DKI Jakarta. Menurutnya, langkah awal yang harus dilakukan oleh jajaran pengurus Organisasi LDII mulai dari Pimpinan Anak Cabang (PAC), hingga Dewan Pimpinan Pusat (DPP), adalah melakukan riset kepada stakeholder terkait secara komprehensif.

“Ya, jadi memang stakeholder atau pemangku kepentingan itu, kita awalnya harus identifikasi dulu sebagai pengurus ya, sebagai personal pengurus, baik itu di tingkat PAC, DPD, DPW, bahkan sampai DPP,” ungkap H. Dody Taufiq Wijaya.

Ia menjelaskan bahwa di tingkat PAC, pemangku kepentingan meliputi pemerintah kelurahan, tokoh agama, tokoh masyarakat, perwakilan ormas Islam lain, hingga unsur partai politik. Kolaborasi tersebut dijalin dengan mengaitkan program kerja yang ada, seperti bidang dakwah keagamaan yang melibatkan ormas Islam lain dalam bentuk penceramah maupun pembaca doa.

“Baru langkah berikutnya bagaimana kita melakukan pertama komunikasi, atau kerja sama. Ya setiap ada program (LDII mempunyai 8 program pengabdian LDII untuk bangsa) itu kita kerja sama dengan ormas Islam lain,” tambahnya.

Lebih lanjut, H. Dody juga menekankan pentingnya memberikan lebih banyak manfaat di tengah masyarakat luas sebagai wujud nyata kontribusi ormas LDII melalui delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa, yaitu wawasan kebangsaan, keagamaan, pendidikan, ekonomi syariah, kesehatan, ketahanan pangan dan lingkungan, energi baru terbarukan (EBT), serta teknologi digital.

Warga LDII didorong untuk aktif berkegiatan di lingkungan sekitar, mulai dari tingkat RT/RW hingga nasional. program ini juga diwujudkan melalui pembinaan moral dan keagamaan generasi muda untuk mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan bebas.

“Jadi intinya dalam segala sektor, sebagai warga LDII atau sebagai organisasi, LDII itu harus bisa berkontribusi pada masyarakat, negara, dan bangsa. Paling tidak, sumbangsih sebagai ormas Islam, untuk meningkatkan dan mendidik moral dan keagamaan dari warganya dan masyarakat sekitar, terutama bagi generasi mudanya,” tegas H. Dody.

Sementara itu, terkait pelaksanaan Rakerwil DPW LDII DKI Jakarta, H. Dody menjelaskan bahwa forum tersebut berfungsi untuk menajamkan dan merinci kembali program kerja sisa masa bakti agar selaras dengan dinamika lingkungan strategis serta kebutuhan masyarakat saat ini. Ke depan, DPP LDII juga berencana meluncurkan aplikasi monitoring dan evaluasi untuk mengonsolidasikan berbagai program tematik dari tingkat pusat hingga daerah agar gaungnya semakin terasa secara nasional.

“Jadi Rakerwil itu secara konsep adalah menajamkan program kerja, merinci program kerja untuk sisa program kepengurusan. Program-program yang sudah disusun di komisi-komisi pada saat Muswil itu kan harus ditajamkan yang terkait dengan perkembangan lingkungan strategis sekarang, pemerintah sedang apa, masyarakat sedang apa,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPW LDII DKI Jakarta Imam Bashori, mendukung baik pembekalan yang diberikan Ketua Umum DPP LDII, sebagai peningkatan kemaslahatan umat di Ibu Kota. Menurutnya, melalui sinergi yang solid dan terarah, jajaran pengurus DPW LDII Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas. (*)

Related posts

Leave a Comment