Depok (15/10). Presiden Joko Widodo menghadiri apel kesiapan pengamanan pelantikan presiden dan wakil presiden 2024, di Markas Komando Korps Brigade Mobil Kepolisian Republik Indonesia (Mako Brimob Polri) Kelapa Dua, Kota Depok, Jawa Barat pada Senin (14/10). Saat tiba di Mako Brimob, Presiden Jokowi disambut oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Usai menerima penghormatan dari jajar kehormatan, Presiden menaiki kendaraan taktis Maung menuju ke mimbar kehormatan. Apel diawali dengan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, Presiden didampingi Kapolri menuju ke mimbar…
Read MoreDPP LDII: Hari Parlemen Jadi Momentum Penguatan Peran DPR dan Kolaborasi dengan Ormas
Jakarta (16/10). DPR RI lahir sebagai syarat lengkap Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi sebuah negara merdeka pada 79 tahun lalu. DPR lahir dari maklumat Wakil Presiden Hatta no. 10 pada 16 Oktober 1945, yang menjadi momentum pengingat bagi negara dan rakyat Indonesia bahwa eksekutif harus diawasi dalam menjalankan demokrasi. “Konsep bahwa kekuasaan harus diawasi oleh wakil rakyat yang duduk di DPR adalah pertanda demokrasi kita masih dalam prosedur. Subtansinya, DPR harus menjalankan fungsinya tersebut dengan sungguh-sungguh,” papar Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso. DPR merupakan lembaga perwakilan seluruh rakyat…
Read MorePrabowo-Gibran Dilantik, LDII Harap Pemerataan Pembangunan dan Kesejahteraan Sosial
Jakarta (20/10). Sidang Paripurna MPR RI melantik Prabowo Subiyanto dan Gibran Rakabuming Raka menjadi presiden dan wakil presiden RI pada Minggu (20/10). Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso mewakili warga LDII di seluruh Indonesia memberikan selamat sekaligus menitipkan pesan, agar program pembangunan selalu berorientasi merawat kebangsaan dan berkeadilan sosial. “Masalah kebangsaan adalah masalah klasik bangsa Indonesia yang sering terabaikan. Padahal ketimpangan sosial, ekonomi, politik, dan dominasi kekuasaan oleh sekelompok golongan bisa membuyarkan kebangsaan kita yang telah dirintis sejak 1928,” ungkap KH Chriswanto Santoso. Ia berpandangan setelah 1945, bangsa Indonesia…
Read More