Jakarta (30/10). Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta Defira Monied menegaskan pentingnya program pemberdayaan ekonomi perempuan mengantisipasi marjinalisasi.
Hal itu ia sampaikan pada Rakerwil DPW LDII DKI Jakarta pada Jumat (30/10) di Grand Ballroom Minhajurrosyidin, Jakarta Timur. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah dan aman bagi anak dan perempuan.
Pada sesi diskusi panel, Defira mengingatkan, LDII Jakarta dapat berkontribusi sebagai pendukung program pemberdayaan perempuan yang berfokus pada kemandirian ekonomi.
“Penyetaraan hak perempuan itu juga penting. Perlu fasilitas bagi perempuan dalam berperan aktif, bekerja, bahkan wirausaha untuk membangun kesejahteraan keluarga,” ujarnya. Edukasi pemberdayaan dan kemandirian ekonomi tersebut, agar masa depan perempuan dan anak tetap sejahtera.
Selain pemberdayaan ekonomi, menurut Defira, LDII Jakarta juga perlu terus mengawal penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pemenuhan dan perlindungan hak perempuan di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Upayakan menciptakan rumah tangga yang ramah anak di lingkungan LDII,” kata Defira. Ia berharap, LDII terus mensosialisasikan bahaya kekerasan rumah tangga, pentingnya pemenuhan hak dasar rumah tangga, dan menciptakan keluarga ramah anak.
Dengan dilakukannya sosialisasi dan pendekatan yang menyasar antarperempuan, Defira menilai, hal itu membantu proses pencegahan dan penanganan masalah secara lebih cepat dan tepat.
Sementara itu Biro Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga DPW LDII DKI Jakarta, Dian Alia Putri mengatakan, pihaknya berencana audiensi dengan Dinas PPAPP Pemprov terkait pembekalan peran ayah untuk ketahanan keluarga.
“Hal itu sudah masuk menjadi program kerja kami untuk tahun yang akan datang, karena selama ini pembekalan terkait peran perempuan sudah berlangsung, sementara untuk para ayah masih sedikit,” ujarnya. (*)
