Jakarta Utara, 9 Agustus 2026 – Warga Sungai Bambu pernah hidup berdampingan dengan bau menyengat dari TLS Terpadu Kencana di kolong Tol Wiyoto Wiyono. Selama bertahun-tahun, lokasi tersebut menjadi simbol persoalan pengelolaan sampah yang belum tertangani secara optimal. Kini, narasi itu mulai diubah: dari sumber masalah menjadi potensi penggerak ekonomi masyarakat. Usai seremoni “Kerja Bersama Bakti untuk Negeri” di Ponpes Al-Akbar PC LDII Tanjung Priok, Lurah Sungai Bambu Syaiful Anwar tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Ia langsung mengajak LDII, RT/RW, FKDM, tokoh masyarakat, serta Pendeta Gereja Kristus Tabernakel untuk meninjau…
Read MoreDay: August 9, 2026
Sampah Dibiarkan, Negara Bisa Kalah: Lurah Sungai Bambu Desak Aksi Nyata, Bukan Seremoni
Jakarta Utara, 9 Agustus 2026 — Persoalan sampah dan pemanfaatan ruang publik kembali disorot keras. Lurah Sungai Bambu, Syaiful Anwar, S.Ag, menegaskan bahwa pendekatan seremonial tanpa sistem hanya akan memperpanjang masalah. “Kita ini terlalu sering bicara bersih-bersih, tapi tidak pernah menyentuh sistemnya. Kalau dibiarkan, sampah bukan sekadar kotor—ini bom masalah sosial dan lingkungan,” ujar Syaiful dalam kegiatan kerja bersama “Bakti untuk Negeri” di Ponpes Al-Akbar, PC LDII Tanjung Priok, Minggu (9/8). Ia secara terbuka mengkritik pola pengelolaan yang masih parsial, termasuk pemanfaatan area kolong tol yang dinilai rawan dikuasai secara…
Read More