Jakarta (17/7). Sebanyak 28 anak usia dini antusias mengikuti kegiatan edukasi kesehatan bertajuk ACR PEDIA “Belajar Perilaku Hidup Bersih dan Sehat” (PHBS) yang diselenggarakan di Ruang Meeting Baitussyakur, pada Kamis (16/7). Kegiatan ini membekali generasi penerus dengan wawasan kebersihan serta kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Program ACR PEDIA kali ini merupakan keberlanjutan dari sesi sebelumnya yang mengusung tema kecukupan gizi “Isi Piringku”. Perwakilan Dewan Guru ACR, Sifa Anjani, menjelaskan bahwa pemenuhan gizi yang baik harus diimbangi dengan penerapan pola hidup bersih agar perlindungan kesehatan anak menjadi optimal.
“Menjaga kesehatan tidak cukup hanya dengan mengonsumsi makanan bergizi, melainkan juga perlu dibarengi dengan penerapan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan positif dan karakter luhur melalui praktik langsung,” ujar Sifa.
Hadir sebagai narasumber, dr. Lely Susilawati, menekankan bahwa penanaman kebiasaan PHBS sejak usia dini sangat krusial karena akan memengaruhi tumbuh kembang anak hingga dewasa. Dalam sesi tersebut, anak-anak diajarkan ragam praktik sederhana seperti teknik mencuci tangan yang benar dengan sabun, cara menggosok gigi yang tepat menggunakan peraga gigi palsu, mandi teratur, memotong kuku, membuang sampah pada tempatnya, hingga pentingnya menjaga pola tidur dan olahraga.
Menurutnya, anak yang memiliki fisik sehat dan imunitas baik akan lebih bersemangat, fokus belajar, serta aktif beribadah dan bersosialisasi. “PHBS dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Mari kita biasakan hidup bersih dan sehat di rumah, tempat mengaji, sekolah, dan di mana pun berada agar ibadah dan sekolah lancar,” imbau Lely.
Sementara itu, Pengurus Pokja PPG DPD LDII Jakarta Selatan, Ahmad Fahrian, mengapresiasi tinggi konsistensi penyelenggaraan kegiatan edukasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pembiasaan menjaga kebersihan diri tidak hanya sejalan dengan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mendasari pembentukan 29 karakter luhur generasi penerus, khususnya nilai kemandirian pada anak.
“Kebiasaan hidup bersih dan sehat ini sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai kemandirian anak. Ketika mereka terbiasa merawat kebersihan dirinya sendiri sejak dini, karakter mandiri dan bertanggung jawab akan terbangun dengan sendirinya,” ujar Ahmad Fahrian.


Keseruan acara terpancar dari respon para peserta. Reydina, salah satu peserta anak caberawit, mengaku sangat senang dapat belajar langsung dari tenaga medis. “Senang sekali diajari sikat gigi yang benar pakai gigi palsu sama Bu Dokter. Pulang nanti mau cerita ke Ayah dan Ibu,” ungkap Reydina.
Melalui kegiatan berkelanjutan ini, para orang tua peserta berharap anak-anak dapat semakin peka dan konsisten menjaga kebersihan diri serta lingkungan rumah tangga maupun masyarakat secara menyeluruh.[ANR/senja]

