Bogor (13/7). Sebanyak 150-an generasi muda mengikuti kegiatan Cinta Alam Indonesia (CAI) Jakarta Selatan yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu-Minggu (11–12 Juli 2026) di Villa Ratu, Bogor, Jawa Barat. Kegiatan ini guna membentuk generasi penerus yang mandiri, berkarakter luhur, serta siap menghadapi berbagai tantangan akhir zaman melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.
Mengusung tema “Amal Sholih Riang Gembira, Kita Siap Berjuang”, forum tahunan ini dirancang untuk menanamkan pemahaman bahwa setiap bentuk ibadah dan aktivitas kebaikan dapat dijalankan dengan penuh sukacita tanpa menjadi beban moral yang memberatkan.
Ketua Pelaksana CAI Jakarta Selatan, Ariel Luthfi, menegaskan bahwa semangat riang gembira menjadi fondasi penting dalam menjalankan aktivitas keagamaan maupun kehidupan sehari-hari.
“Tema ini kami pilih karena dalam melancarkan kegiatan dan aktivitas sehari-hari, kita perlu melaluinya dengan cara riang gembira agar prosesnya tidak menjadi beban, di mana seluruh amal sholih tersebut merupakan bentuk perjuangan dalam agama,” ujar Ariel.
Rangkaian acara diawali dengan pemaparan materi CAI mengenai 29 Karakter Luhur. Selain pembekalan teori, panitia menggelar permainan ketangkasan luar ruangan (outbound games) untuk mempererat tali kerukunan dan kerja sama antar peserta. Guna merespons dinamika era modern, diselenggarakan pula sesi Focus Group Discussion (FGD) untuk membedah serta menyelesaikan berbagai kendala ibadah yang dihadapi generasi muda saat ini.
Ariel menambahkan, antusiasme peserta sangat tinggi selama kegiatan berlangsung dengan susunan materi yang interaktif.
Senada dengan hal itu, Penggerak Pembina Generus (PPG), Mudhori, menegaskan pentingnya pembentukan karakter luhur sebagai benteng moral generasi muda.
“Pembentukan karakter luhur merupakan fondasi utama bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan akhir zaman, menjaga akhlak mulia, serta menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama,” ucap Mudhori.
Ia berharap para peserta dapat mengaplikasikan nilai-nilai kedisiplinan, kemandirian, tenggang rasa, serta daya juang dalam kehidupan sehari-hari.


Manfaat positif kegiatan ini dirasakan langsung oleh salah satu peserta, Nurkholis. Menurutnya, pemaparan 29 Karakter Luhur memberikan dorongan moral untuk bersikap jujur, amanah, dan disiplin di lingkungan rumah, kampus, maupun tempat kerja.
“Melalui kegiatan ini kami dilatih menghargai waktu dan bertanggung jawab. Ini menjadi sarana efektif dalam pembinaan generus sekaligus peramutan warga LDII. Saya ingin menjadi pribadi yang lebih bermanfaat dengan menjadi teladan kedisiplinan di lingkungan masyarakat,” ungkap Nurkholis.[ANR/senja]
