Jakarta (28/12). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Ragunan sukses menyelenggarakan program Asrama Liburan Sekolah (Aslilah) yang berlangsung selama sepekan, mulai 22 hingga 27 Desember 2025. Rangkaian kegiatan yang dipusatkan di Masjid Baitussalam, Ragunan, Jakarta Selatan ini ditutup dengan kegiatan berkemah (camping) edukatif di Alam Ngariung Resort, Bogor, Jawa Barat.
Program tahunan ini menyasar generasi usia sekolah dasar (SD) atau yang akrab disebut “Caberawit”, dengan tujuan mengisi waktu libur sekolah melalui kegiatan yang bermanfaat dan mendidik.
Ketua PAC LDII Ragunan, Haidir Yahya, menjelaskan bahwa Aslilah tahun ini mengombinasikan pembelajaran di dalam kelas dan praktik di lapangan. Selama hari efektif di Masjid Baitussalam, peserta mendapatkan materi intensif meliputi pembacaan Al-Qur’an, pendalaman kisah-kisah Nabi dan Sahabat, serta kegiatan kreativitas mewarnai.
“Aslilah tahun ini kami rancang sebagai paket pembinaan yang komprehensif. Selama sepekan di Masjid Baitussalam, anak-anak fokus memperkuat dasar keilmuan agama, lalu kami tutup dengan tadabur alam di Bogor untuk melatih kemandirian,” ujar Haidir saat penutupan acara, Sabtu (27/12).


Menurut Haidir, integrasi kedua metode ini penting untuk membangun pondasi karakter anak. “Kami ingin memastikan liburan sekolah anak-anak terisi dengan kegiatan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga membangun karakter luhur,” tambahnya.
Puncak Acara di Alam Terbuka
Sebagai penutup rangkaian Aslilah, sebanyak 13 peserta mengikuti kegiatan berkemah pada 26-27 Desember di Alam Ngariung Resort. Agenda penutupan ini diisi dengan berbagai aktivitas fisik dan mental, seperti fun games, pesta barbeku (BBQ), berenang, dan sesi berbagi (sharing).
Dewan Penasihat (Wanhat) PAC LDII Ragunan, Tukiman, dalam sambutannya menekankan bahwa sesi berkemah ini adalah sarana praktik dari teori “29 Karakter Luhur” yang menjadi pedoman pembinaan LDII.
“Kegiatan di alam ini mengajarkan anak-anak untuk mandiri, rukun, kompak, dan bekerja sama dengan baik. Selain itu, mereka diajak untuk memahami arti bersyukur atas segala ciptaan Allah yang mereka lihat secara langsung di alam,” papar Tukiman.


Senada dengan itu, Penanggung Jawab Program (PJP), Assadel Zulfi, menyoroti pentingnya kedisiplinan dan semangat juang bagi para peserta. Ia menegaskan bahwa pembinaan karakter sejak dini adalah investasi jangka panjang.
“Apapun profesi anak-anak ini kelak, memiliki pemahaman agama yang kuat adalah syarat mutlak. Harapannya, karakter luhur yang terbentuk dari kegiatan seperti Aslilah ini dapat menjadi cikal bakal kemajuan bangsa di masa depan,” pungkas Assadel.
Melalui kegiatan ini, PAC LDII Ragunan berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kesalehan sosial dan spiritual yang kuat. (*)
