LDII Winogiri Salurkan Bantuan Bagi yang Terdampak Covid-19

LDII Winogiri Salurkan Bantuan Bagi yang Terdampak Covid-19

LDII Winogiri Salurkan Bantuan Bagi yang Terdampak Covid-19

Wonogiri (27/4).  DPD Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Wonogiri menggelar bakti sosial (baksos) di posko Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid 19 Wonogiri, Sabtu (18/4/2020). Melalui program “LDII Untuk Bangsa”, keluarga besar LDII Wonogiri menyerahkan sembako berupa beras, minyak goreng dan mie instan senilai Rp10 juta.

Penyerahan sembako secara simbolis dilakukan PLT Ketua LDII Wonogiri Sutoyo didampingi para kyai selaku Dewan Penasehat DPD LDII Wonogiwi kepada PLt Sekda Wonogiri Teguh Setiyono. Teguh saat ini menjabat Ketua Gugus Tugas Covid 19 dan Kalakhar BPBD Wonogiri Bambang Haryanto.

“Bantuan kami memang tak seberapa nilainya namun kami harapkan dengan kegiatan ini mampu mengurangi beban warga yang terdampak Corona,” ujar Sutoyo. Sementara Wanhat LDII KH Suharto menambahkan, LDII siap membantu pemerintah khususnya Pemkab Wonogiri dalam perang melawan COVID-19.

DPD LDII Wonogiri terus mengampanyekan menjaga jarak serta menghindari kerumuman, dan meminta warga LDII selalu mengikuti anjuran pemerintah dalam hal menjalankan ibadah selama ada wabah virus corona. “Maka jika ada sesuatu yang perlu disosialisasikan terkait bahaya COVID-19 kepada warga di tingkat PC maupun PAC maupun anggota masyarakat lainnya jajaran Pemkab melalui Gugus Tugas silahkan melibatkan LDII,” tutur Suharto.

Dalam kesempatan itu, Ketua Gugus Tugas Penanggulangan Covid 19 Kabupaten Wonogiri menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kepedulian DPD LDII Wonogiri. Menurut Teguh, bantuan dari pihak ketiga termasuk dari LDII akan meringankan beban Pemkab dalam melakukan recovery pasca COVID-19 melalui program Jaring Pengaman Sosial (JPS) bagi sekitar 116.122 KK (kepala keluarga) miskin.

Pemkab Wonogiri, tuturnya, mengalokasikan anggaran Rp110 miliar untuk menangani warga yang terdampak wabah virus corona di daerahnya. Selain dari LDII, Pemkab banyak dibantu dari kalangan pengusaha daerah, ormas hingga pegawai negeri (ASN) Wonogiri yang secara spontan mengumpulkan dana untuk pengadaan APD bagi para medis dan dokter di lapangan. “Pemkab ataupun Bupati Wonogiri tidak pernah mengeluarkan surat edaran minta bantuan, tapi ternyata para donatur datang sendiri secara suka rela menyerahkan sembako maupun APD ke posko Gugus Tugas,” terang Teguh.

Aria/Rully Sapujagad (contributor)/Ludhy Cahyana (editor)

Related posts

Leave a Comment