Jakarta (28/6). Dalam upaya memperkuat ukhuwah Islamiyah dan sinergi antarorganisasi kemasyarakatan, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Administrasi Jakarta Barat menerima kunjungan silaturahim Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) yang tengah mengikuti Pelatihan Pendidikan Dasar–Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU). Pertemuan berlangsung di Masjid Nur Huda, Komplek LDII Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, Minggu (28/6).
Ustaz Syafudin bersama Ustaz Ahmad Fathi menjelaskan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahim sekaligus mengenal lebih dekat berbagai program pembinaan yang selama ini dijalankan oleh LDII. Selain itu, MWC NU juga membuka peluang kolaborasi dengan LDII dalam berbagai kegiatan sosial di tingkat kelurahan.
“Kami berharap ke depan dapat bersinergi dalam kegiatan sosial, seperti khitanan massal, bakti sosial, maupun program kemasyarakatan lainnya. Selama ini komunikasi antara NU dan LDII di tingkat kelurahan belum terbangun secara optimal. Melalui silaturahim ini, kami menjadi lebih memahami bagaimana menjalin koordinasi sehingga kolaborasi dapat diwujudkan,” ujar Ustaz Syafudin.
Menanggapi hal tersebut, perwakilan DPD LDII Jakarta Barat, Studianto, memaparkan berbagai program pembinaan yang rutin dilaksanakan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC). Menurutnya, kegiatan pembinaan di lingkungan LDII berlangsung hampir setiap hari melalui Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
“Pembinaan dimulai sejak usia dini. Anak-anak usia 5–7 tahun mendapatkan pendidikan karakter luhur melalui pembelajaran salat, hafalan surat pendek, doa sehari-hari, Asmaul Husna, akhlak, dan kemandirian. Sementara itu, anak usia 8–12 tahun memperoleh materi yang lebih mendalam sesuai jenjang usianya. Selain itu, masih banyak program pembinaan lainnya yang dilaksanakan secara berkelanjutan,” jelas Studianto.
DPD LDII Jakarta Barat berharap silaturahim ini menjadi awal terjalinnya kerja sama yang lebih erat antara LDII dan MWC NU, khususnya dalam penyelenggaraan kegiatan sosial dan kemasyarakatan di tingkat akar rumput (grassroots). Melalui sinergi tersebut, kedua organisasi diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen untuk terus mempererat ukhuwah dan membangun kolaborasi yang berkelanjutan.[STD]
