Jakarta (14/9). Forum Komunikasi Majelis Taklim (FKMT) Kelurahan Cempaka Putih Timur menghelat Pengajian Gabungan Ibu-Ibu se-kelurahan Cempaka Putih Timur, pada Rabu (9/9). Kegiatan yang berlangsung di Masjid An-Naafiu, Cempaka Putih Timur, dihadiri oleh puluhan ibu-ibu peserta majelis taklim dan tokoh masyawarakat di wilayah Kelurahan Cempaka Putih Timur.
Dalam kegiatan ini, DKM An-Naafiu yang merupakan binaan PAC LDII Cempaka Putih Timur dipercaya tuan rumah kegiatan. Acara berlangsung pukul 13.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang waktu Ashar.
Ketua DKM An-Naafiu, Dr. Nurcholis Ramlan menegaskan, apresiasi atas terselenggaranya pengajian gabungan sebagai wadah untuk mempererat silaturahim sekaligus meningkatkan pemahaman keagamaan di tengah masyarakat.
Pengajian dipaparkan oleh H. M. Akri Isnan Al-Mabrury, yang membawakan tausiah bertema “Sakinah, Mawaddah, Warahmah Bukan Sekadar Semboyan”. Ia mengajak para peserta untuk memahami bahwa kehidupan keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah tidak cukup hanya menjadi ungkapan atau harapan, tetapi perlu diwujudkan melalui sikap, komunikasi, kasih sayang, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam penyampaiannya, Ustadz Akri menekankan pentingnya membangun keluarga dengan landasan agama, saling menghormati, serta menjaga keharmonisan antara suami, istri, dan anggota keluarga. Kehidupan rumah tangga yang harmonis membutuhkan kesabaran dan kemauan untuk saling memahami, terutama ketika menghadapi berbagai persoalan dalam kehidupan.
Para peserta mengikuti pengajian dengan antusias. Selain mendapatkan tausiah, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antar majelis taklim dan ibu-ibu di wilayah Kelurahan Cempaka Putih Timur.


Pengajian Gabungan FKMT tersebut kemudian berakhir menjelang waktu Ashar. Melalui kegiatan ini, diharapkan silaturahim semakin erat dan ilmu yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan keluarga maupun bermasyarakat.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun keluarga yang harmonis, lingkungan yang rukun, serta masyarakat yang memiliki kepedulian dan nilai-nilai keagamaan yang kuat. (anr)

