Jakarta (21/8). Upaya memperkuat peran keluarga sebagai pondasi utama pembentukan karakter bangsa, PAC LDII Utan Kayu Selatan menggelar Kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan Parenting di Masjid Nasruminallah, Kel. Utan Kayu Selatan, Kec. Matraman, Jakarta Timur, pada Sabtu (20/6).
Kegiatan ini mengusung tema “Komunikasi Ibu-Ibu Bersama Keluarga dan Generasi Muda”. Acara ini dihadiri puluhan Ibu-Ibu serta warga masyarakat sekitar yang tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian materi hingga sesi diskusi interaktif.
Acara ini menghadirkan dua pakar psikologi sebagai narasumber, yakni Dra. Amarina, Ph.D. dan Dra. Danari Karnia Setiawati. Kedua pemateri membedah pentingnya membangun pola komunikasi yang sehat, terbuka, serta berlandaskan kasih sayang di dalam lingkungan keluarga.
Salah satu narasumber pakar psikologi, Dra. Amarina, mendiskusikan peran vital seorang ibu sebagai pendidik dan pembina utama di rumah. Ia menekankan pentingnya strategi penyampaian pesan dalam keluarga.
“Nilai-nilai kehidupan dan pembentukan akhlak akan jauh lebih mudah diterima oleh generasi muda jika disampaikan melalui pendekatan yang tepat dan komunikatif,” tegasnya.
Senada dengan hal itu, Dra. Danari Karnia Setiawati menyoroti pentingnya metode pembimbingan generasi muda menuju kesuksesan melalui pendekatan emosional yang tepat.
“Pola pengasuhan yang mengedepankan kelembutan dan kesabaran jauh lebih efektif dalam membentuk kepribadian anak dibandingkan pendekatan kaku maupun kekerasan,” ucapnya.
Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga PAC LDII Utan Kayu Selatan, Hj. Yati Unayah, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan pentingnya kontinuitas dalam pembinaan keluarga.
“Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung komunikasi yang harmonis antara ibu-ibu kepada keluarga dan generasi penerus. Pelaksanaannya sangat memuaskan, dan banyak ibu-ibu yang memberikan saran serta masukan constructif dengan sangat baik. Kedepannya, program ini bisa dilanjutkan dengan kegiatan keakraban dan kekompakan antara ibu-ibu bersama generus di alam terbuka,” ungkap Yati Unayah.

Sesi diskusi dan tanya jawab menjadi puncak antusiasme peserta, dimana para ibu membagikan pengalaman nyata serta kendala pengasuhan sehari-hari yang langsung direspon dengan solusi praktis oleh para narasumber.
Melalui penyuluhan ini, para peserta diharapkan dapat mengimplementasikan pemahaman yang didapat dalam kehidupan sehari-hari, sehingga terwujud keluarga yang harmonis, sejahtera, dan melahirkan generasi penerus yang berakhlak mulia, cerdas, serta berprestasi.[ANR]
