Jakarta Selatan (15/5). Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Administrasi Jakarta Selatan menggelar acara Sosialisasi Kebangsaan di Masjid Baitul Fattah, Cilandak Timur, Kamis (15/5/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri. Kegiatan ini bertujuan memperluas dan memperdalam wawasan kebangsaan bagi para ustadz, ustadzah, dan pendidik di lingkungan LDII Jakarta Selatan. Acara yang dihadiri sekitar 100 peserta ini dibuka oleh Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, H. Mulyono, dan Ketua DPW LDII DKI Jakarta, H. Teddy Suratmadji. Dalam sambutannya, Teddy menegaskan pentingnya kolaborasi antara LDII dan Densus…
Read MoreYear: 2025
Generasi Muda LDII Sulsel Siap Jadi Garda Terdepan Lawan Hoaks Lewat Jurnalistik
Makassar (12/5). DPW LDII Sulawesi Selatan (Sulsel) bekerjasama dengan DPP LDII menghelat “Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar”, di Ponpes Roudhotul Jannah, Makassar, Sulsel, pada 11-13 Mei 2025. Acara yang diikuti 200-an peserta tersebut, bertujuan mencetak jurnalis berkarakter mulia, melalui kecakapan digital untuk menangkal hoaks. “Melalui pelatihan ini, kami berharap akan lahir para jurnalis yang menginspirasi. Generasi muda yang mampu bermedia sosial dengan sopan, santun dan berbahasa yang baik,” ujar Ketua DPW LDII Sulsel, Asdar Mattiro. Menurutnya, saat ini, ada warganet yang tidak mampu mengontrol bahasa yang baik dan santun di media…
Read MoreBahasa Memperhalus Rasa: Bicara Baik, Fondasi Akhlakul Karimah
Oleh: Thonang Effendi*) Suatu pagi yang damai dengan suasana pedesaan yang asri, saya berkesempatan berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Hakim di Dusun Kaliawen, Kediri. Pondok ini diasuh oleh KH. Lukman Hakim, yang akrab disapa Gus Luk. Ada sesuatu yang menarik perhatian saya sejak awal: seluruh santri, guru, hingga pengurus pondok terbiasa berkomunikasi dalam bahasa Jawa halus—bukan hanya dalam acara formal, tetapi juga dalam percakapan sehari-hari. Bahkan Gus Luk sendiri, dalam menyapa, menasihati, atau berinteraksi, tetap menjaga kesantunan tutur dalam bahasa halus. Padahal, santri-santri di sana datang dari berbagai daerah di…
Read More