JAKARTA – Dewan Penasihat LDII Jakarta Utara, KH Usman Hadi Wibowo, mendorong jajaran kepengurusan baru untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan amanah organisasi secara profesional, konsisten, dan bertanggung jawab. Nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadits, kata dia, harus menjadi landasan dalam setiap langkah pengabdian dan pelaksanaan program organisasi.
Pesan tersebut disampaikan KH Usman dalam arahannya kepada jajaran pengurus di Masjid Al-Akbar, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (25/7/2026).
Ia menekankan pentingnya setiap pengurus memahami dan menjalankan tugas serta fungsi yang telah diamanahkan. Menurutnya, pelaksanaan tugas secara konsisten merupakan bagian penting dalam menjaga kesinambungan perjuangan organisasi.
“Menjalankan amanah adalah kunci. Dari situlah lahir konsistensi perjuangan berbasis Al-Qur’an dan Hadits yang mampu memberikan dampak nyata,” ujar KH Usman.
Ia juga mengingatkan agar kepengurusan baru tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program internal, tetapi mampu memperluas komunikasi dan membangun sinergi dengan berbagai elemen masyarakat.
Kolaborasi dengan pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai organisasi dan lembaga sosial dinilai penting untuk memperluas ruang kontribusi organisasi sekaligus menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
“Organisasi harus hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kolaborasi yang kuat akan membuka ruang kontribusi yang lebih luas,” katanya.
Selain penguatan peran organisasi, KH Usman menekankan pentingnya akhlakul karimah dalam menjalankan kepemimpinan. Menurut dia, integritas pengurus tidak hanya tercermin dari keberhasilan menjalankan program, tetapi juga dari sikap, etika, dan keteladanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Karena itu, setiap pengurus diharapkan mampu menjadi representasi organisasi yang mengedepankan sikap santun, terbuka, dan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Arahan tersebut menjadi bagian dari penguatan awal kepengurusan baru PC LDII Kecamatan Tanjung Priok masa bakti 2026-2031 dalam menjalankan roda organisasi. Dengan berpegang pada nilai-nilai keagamaan, profesionalisme, dan semangat kolaborasi, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat peran organisasi serta meningkatkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi pijakan untuk membangun kepengurusan yang profesional religius, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui kerja nyata dan sinergi lintas sektor.
