LDII Cengkareng Gandeng Generasi Muda, Dorong Pembinaan Karakter Berazas Pancasila

Jakarta (2/8). LDII Kota Jakarta Barat sukses menyelenggarakan kegiatan perkemahan pembinaan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada Sabtu–Minggu (1–2/8), di Pusdiklat Senkom Mitra Polri, Sawangan, Depok ini diikuti oleh ratusan pemuda utusan dari seluruh warga LDII se-Jakarta Barat.

Hadir secara langsung untuk mendampingi para peserta, Wakil Ketua DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Barat, Sutardi, memastikan seluruh rangkaian pembinaan berjalan lancar dan optimal.

Mengusung tema “Perkuat Karakter Pemuda yang Profesional Religius dengan Berazaskan Pancasila Guna Memperkokoh Eksistensi Bangsa di Bawah Naungan NKRI”, perhelatan ini diikuti oleh ratusan pemuda utusan dari seluruh kelurahan di wilayah Kecamatan Cengkareng dan Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Dewan Penasehat DPD LDII Jakarta Barat, Suharyono, dalam sambutannya menegaskan pentingnya penanaman jiwa kepemimpinan sejak dini. Ia menyampaikan bahwa generasi muda saat ini merupakan pemegang tongkat estafet kepemimpinan bangsa di masa mendatang.

“Saat ini Anda masih sebagai pemuda, namun lima tahun mendatang tentu sudah beda cerita. Jika sekarang ceritanya tentang pemuda, maka nanti Anda akan menjadi penerus-penerus kami sebagai pemimpin. Maka siapkanlah diri untuk jadi pemimpin yang baik,” tegas Suharyono.

Senada dengan hal tersebut, Sutardi, menekankan Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan “syubbanul yaum rijalul ghad”. Menurutnya, kualitas dan arah bangsa esok hari sangat bergantung pada kapasitas, karakter, serta pola pembinaan generasi muda saat ini.

Sementara itu, Ketua Panitia CAI 47 sekaligus Sekretaris DPD LDII Kota Jakarta Barat, Achirudin, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas antusiasme peserta. Ia menyoroti fenomena sosial di mana minat generasi muda untuk mendalami agama semakin tergerus oleh pengaruh penggunaan gawai (gadget).

“Fenomena ketertarikan pemuda untuk mendalami agama dengan tekun akhir-akhir ini semakin berkurang karena pengaruh gadget. Namun demikian, meski di hari Sabtu dan Minggu yang biasanya mereka gunakan untuk kegiatan pribadi, mereka masih mau menghadiri kegiatan pembinaan CAI ini. Maka hal ini sangat patut untuk diapresiasi,” ungkap Achirudin.[ARF/ANR]

Related posts

Leave a Comment