Jakarta (19/7). Guna membina karakter generasi muda yang profesional dan religius di tengah tantangan zaman. DPD LDII Kota Jakarta Timur menggelar kegiatan tahunan Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47.
Berlangsung selama dua akhir pekan berturut-turut pada 11–12 dan 18–19 Juli 2026, acara ini dihadiri ratusan pemuda-pemudi LDII yang diselenggarakan di Aula Shirotol Mustaqim, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur.
Mengusung tema “Perkuat Karakter Pemuda yang Profesional Religius”, kegiatan ini bertujuan membina generasi penerus (generus) agar memiliki 29 karakter luhur sekaligus mampu memberikan solusi nyata terhadap berbagai tantangan zaman dalam menerapkan nilai-nilai tersebut.
Ketua DPD LDII Jakarta Timur, Lasno Raharjo, berharap materi yang disampaikan selama kegiatan dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari, sehingga target Tri Sukses Generus dan penanaman 29 karakter luhur dapat tercapai.
Dalam kegiatan ini, sesi Focus Group Discussion (FGD) menjadi instrumen penting bagi para pemuda untuk merumuskan solusi atas tantangan yang mereka hadapi.
“Generus merupakan bagian dari FGD tersebut. Pesan saya, pertama, bangun kefahaman agama yang kuat dari dalam diri sendiri. Kedua, ciptakan lingkungan keluarga yang mendukung. Ketiga, jadilah generus yang tangguh, berpengaruh, dan tidak gampang terpengaruh di lingkungan masyarakat. Keempat, ambil peran aktif dalam kegiatan jamaah agar estafet perjuangan dapat terus berlanjut,” tegas Lasno.


Senada dengan hal itu, Ketua Panitia CAI 47, Teguh Pribadi Adinugroho, menjelaskan agenda rutin tahunan ini dirancang untuk melatih kemandirian pemuda secara komprehensif.
Melalui metode FGD, para peserta tidak hanya dibina secara spiritual berdasarkan nilai Al-Qur’an dan Al-Hadits, tetapi juga dilatih dalam soft skill penting seperti bermusyawarah, menghargai pendapat, dan memecahkan masalah.
“Dengan penanaman karakter luhur yang kontinyu, kami berharap generus LDII benar-benar siap menjadi generasi emas harapan bangsa. Pesan kami, jangan pernah lelah menimba ilmu, mengamalkan, berjuang, dan beramal saleh dengan niat ibadah serta doa. Insya Allah, buah dari usaha ini akan mendatangkan keberkahan dan pertolongan-Nya di masa depan,” ungkap Teguh.[ANR]

