Jakarta (30/6). Libur sekolah biasanya identik dengan bangun siang, bermain game , atau pergi berwisata. Namun pemandangan berbeda justru terlihat di Masjid Sulthon Aulia, Komplek Puri Idaman. Sejak Senin pagi (29/06), suasana masjid tampak lebih hidup dan ceria dari biasanya.
Bukan tanpa alasan, puluhan anak-anak hingga remaja tampak berbondong-bondong membawa Al-Qur’an dan perlengkapan salat. Mereka adalah para peserta Acara Asrama Pengajian Liburan Sekolah yang digelar selama dua hari, mulai Senin hingga Selasa (30/06).
Suasana hangat langsung terasa begitu melangkah ke dalam masjid. Uniknya, kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh satu kelompok usia saja. Lebih dari 50 peserta yang hadir memiliki latar belakang usia yang sangat beragam mulai dari tingkah lucu anak-anak usia PAUD, kepolosan siswa SD, hingga kedewasaan remaja tingkat SMP dan SMA.
Meskipun jarak usia mereka terpaut cukup jauh, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi keseruan acara. Anak-anak usia PAUD tampak antusias mengikuti metode mengaji yang diselingi cerita islami, sementara para remaja SMA terlihat khusyuk memperdalam ilmu agama mereka.
“Senang bisa ikut acara ini. Selain bisa memperlancar bacaan Al-Qur’an, saya juga punya jadi banyak teman baru dari blok lain yang biasanya jarang ketemu karena sibuk sekolah,” ujar Sadewa satu peserta remaja.

Bagi para orang tua di Komplek Puri Idaman, kegiatan asrama pengajian ini menjadi angin segar. Di tengah kekhawatiran berkurangnya waktu produktif anak selama libur panjang, kehadiran acara ini dinilai menjadi alternatif yang sangat positif untuk membekali generasi muda dengan benteng spiritual yang kuat.
Selama dua hari penuh, Masjid Sulthon Aulia tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga bertransformasi menjadi ruang belajar yang penuh tawa, kebersamaan, dan keberkahan. Mengisi liburan dengan mengaji rupanya bisa dikemas dengan begitu menyenangkan, membuktikan bahwa mendekatkan diri pada agama bisa dimulai sejak dini dengan cara yang ceria.[QAH]
