akarta (5/4). Dalam upaya mempererat tali silaturrahim pasca Idul Fitri, PC LDII Kecamatan Tanjung Priok melakukan kunjungan ke kediaman Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Tanjung Priok, Drs. KH Muhammad Yahmin, M.Si, pada Jumat (4/4).
Kunjungan ini tidak sekadar seremoni lebaran, melainkan menjadi momentum strategis untuk menyinergikan program keumatan dan pengembangan institusi pendidikan pesantren di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.
Dalam pertemuan yang berlangsung hangat tersebut, Pengurus LDII yang dihadiri oleh Ust. H. Nurwahid, SE, M.Pd, Ust. Didik Fauzan, dan Ust. Gatot Muktiono, mendiskusikan rencana ekspansi Pondok Pesantren Nurul Jalal ke wilayah Cilegon.
KH. Muhammad Yahmin membagikan pengalamannya dalam mengelola jenjang pendidikan formal Tsanawiyah dan Aliyah di dalam pesantren. Model pengelolaan ini diproyeksikan menjadi referensi bagi pengembangan Pondok Pesantren Al Akbar, yang merupakan pesantren binaan LDII di Jakarta Utara.
Selain membahas pendidikan, dialog tersebut menyentuh penguatan dakwah lingkungan dan kolaborasi sosial antara LDII dan MUI. KH Muhammad Yahmin menekankan pentingnya sikap moderat dalam menjaga kerukunan beragama.
“Yang terpenting adalah memperkecil perbedaan dan mengedepankan persamaan. Hancurnya kerukunan umat terjadi karena kita terpecah belah,” tegas KH. M. Yahmin.
Perwakilan PC LDII Tanjung Priok, Ust. Gatot Muktiono, menyatakan bahwa komunikasi intensif dengan tokoh agama adalah kunci keberhasilan program dakwah yang inklusif.

“Silaturahim ini adalah upaya kami untuk memastikan LDII selalu hadir dan bersinergi positif, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat luas,” ujar Gatot.
Pertemuan ini diharapkan mampu menjadi pemantik kolaborasi yang lebih produktif antara organisasi kemasyarakatan dan lembaga ulama demi mewujudkan umat yang harmonis dan berkualitas.[ANR]
