Jakarta Selatan (13/7). Upaya membentuk karakter luhur dan memperkuat fondasi keagamaan generasi muda di tengah arus digitalisasi terus digalakkan. Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pondok Karya sukses menyelenggarakan program pembinaan intensif bertajuk Asrama Kitab Thoharoh bagi Anak Pra Remaja (APR) dan Anak Remaja (AR) di Masjid Baitussyakur pada pekan lalu, 11 hingga 12 Juli 2026.
Mengusung tema “Generus Kompak, Hati Bersih, Ibadah Maksimal”, kegiatan yang diikuti oleh 12 peserta ini dirancang sebagai wadah edukasi komprehensif yang memadukan teori agama dan praktik langsung. Ketua Panitia Acara, Fachry Firmansyah, menyampaikan bahwa asrama ini tidak hanya fokus pada pemahaman ilmu fikih bersuci (thoharoh), melainkan juga menekankan pembiasaan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, tema tersebut mencerminkan harapan besar agar generasi penerus dapat tumbuh menjadi pribadi yang menjaga kualitas ibadah sekaligus memiliki semangat kebersamaan dan karakter luhur.
Pemateri asrama, Irfan Rizky Pradana, menjelaskan bahwa fokus utama kurikulum kali ini meliputi pengenalan mendalam terkait alat bersuci seperti klasifikasi jenis dan sifat air serta penggunaan debu, identifikasi berbagai jenis najis, hingga pemahaman komprehensif mengenai fikih wanita atau haid. Irfan menambahkan, pemahaman teknis bersuci ini sangat krusial untuk membentuk sikap kehati-hatian (mutawari’) pada generasi muda, sehingga mereka dapat menjaga kesucian dengan benar dan ibadah yang dijalankan menjadi semakin lancar dan sah.
Program pembinaan yang berlangsung interaktif ini sejalan dengan target pencapaian “Tiga Sukses Generasi Penerus”, yakni menjadi pribadi yang alim faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri. Pembina Program Pembinaan Generus (PPG) Pokja DPD LDII Jakarta Selatan, Alfi Karim Afrizal, menyoroti pentingnya kegiatan ini sebagai benteng spiritual bagi anak muda. Ia mengingatkan agar generasi muda mampu menjadi pelopor kebaikan yang memberi pengaruh positif di manapun berada, bukan sebaliknya terpengaruh oleh dampak negatif zaman digital. Untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan mempererat kekompakan, kurikulum asrama ini dipadukan dengan aktivitas rekreasi yang seru, seperti olahraga bersama dan barbekyu.
Dukungan penuh terhadap program regenerasi ini turut datang dari lingkungan keluarga. Rica Lusiana, salah satu orang tua peserta, menyatakan bahwa pendekatan yang hangat dan penuh keakraban dalam asrama terbukti memotivasi anak-anak untuk lebih giat mengaji dan bersosialisasi. Komitmen dukungan dari para orang tua diwujudkan dengan memprioritaskan jadwal anak untuk mengikuti pembinaan karakter ini dibanding kegiatan eksternal lainnya, demi menumbuhkan kemandirian serta kerukunan antarteman sebaya.

Dari sudut pandang peserta, kegiatan ini memberikan kesan mendalam tidak hanya secara spiritual tetapi juga sosial dan emosional. Multazam, salah satu peserta remaja, mengungkapkan bahwa selain mendapatkan ilmu baru mengenai fikih bersuci, momen yang paling berkesan baginya adalah saat melakukan kerja bakti bersama di lingkungan masjid. Aktivitas kolaboratif tersebut, yang dirangkai dengan ibadah malam dan shalat berjamaah, dinilai mampu melatih rasa tanggung jawab, mempererat kebersamaan, serta menyalakan semangat bagi generasi muda untuk melanjutkan tongkat estafet perjuangan dengan akhlak yang mulia. (*/senja)
