Jakarta (15/9). LDII Pesanggrahan menggelar kegiatan Cinta Alam Indonesia untuk generasi muda (CAI-C) Vol. III. Kegiatan ini diikuti 124 generasi penerus di Gedung Serbaguna Bina Insan Mulia, pada Minggu (13/9). Kegiatan ini digelar sebagai ruang refleksi dan pembentukan karakter luhur bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman, dengan mengusung tema “Menjaga Diri Dalam Iman, Menempa Diri Dalam Perjuangan”,
Ketua Panitia, Nur Kholis menegaskan, acara dirancang secara komprehensif agar 29 Karakter Luhur tidak sekadar menjadi teori, tetapi dapat dipraktikkan langsung. Kegiatan dikemas melalui penyampaian materi, Forum Group Discussion (FGD), aktivitas bersama, sesi reflektif, hingga diselingi ice breaking dan kuis interaktif.
“Menjaga iman adalah tentang bagaimana kita tetap memiliki arah, sementara perjuangan adalah tentang bagaimana kita terus melangkah. Di antara keduanya, karakterlah yang menentukan akan menjadi pribadi seperti apa kita nantinya,” tegas Nur Kholis.
Isu perkembangan media sosial turut menjadi perhatian utama dalam kegiatan ini. Pengurus PPG LDII Jakarta Selatan, Didi Setiawan, menyoroti pesatnya arus informasi digital yang berpotensi memengaruhi pola pikir dan gaya hidup generasi muda jika tidak dibentengi dengan pendirian yang kokoh.
“Tantangan terbesar generasi muda saat ini adalah media sosial. Lewat kegiatan CAI, kami memberikan pembekalan dan motivasi agar generus memiliki iman yang kuat serta pendirian kokoh untuk terus mengimplementasikan 29 Karakter Luhur di lingkungan keluarga maupun masyarakat,” ungkap Didi.
Sementara itu ditempat yang sama, pemateri, Mohammad Reino Fhasandi, menekankan penerapan karakter luhur harus dimulai dari tindakan nyata sehari-hari serta dukungan lingkungan sekitar, mulai dari orang tua sebagai role model hingga para pendidik.


“Generus agar peka terhadap hal-hal kecil disekitar mereka, seperti kesadaran menjaga kebersihan lingkungan tempat ibadah,” kata Reino.
Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta. Kansha Syaakira, salah satu peserta, mengaku sangat berkesan dengan sesi FGD yang menjadi wadah berdiskusi dan menyatukan gagasan.
“Dengan acara ini bisa memperkuat karakter anak muda dalam meluruskan niat ibadah karena Allah SWT,” ungkapnya.
Melalui penyelenggaraan pembinaan generasi muda ini, para peserta diharapkan dapat saling merangkul, membentengi diri dari pengaruh negatif, serta berkomitmen mengisi masa muda dengan kegiatan positif yang memperkuat keimanan. (*/senja.anr)

