Jakarta (6/7). DPD LDII Kota Administrasi Jakarta Barat menyambangi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Barat pada Senin (6/7/2026). Kunjungan ini guna mengundang pihak Kejaksaan sebagai narasumber dalam program pembekalan hukum bertajuk “Jaksa Masuk Pesantren.”
Rombongan pengurus LDII yang dipimpin langsung oleh Ketua DPD LDII Jakarta Barat, H. Jasa Dermawan, diterima langsung oleh Kepala Subseksi II (Kasubsi) Seksi Intelijen Kejari Jakarta Barat, Zulkipli, S.H., M.H., di ruang kerjanya di tengah kesibukan dinas.
Ketua DPD LDII Jakarta Barat, H. Jasa Dermawan, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari kerja sama strategis yang telah berjalan baik selama ini. Mengingat banyak santri lama yang sudah lulus, pembekalan hukum dinilai sangat krusial bagi para santri baru.
“Maksud dan tujuan kunjungan kami, selain silaturahmi, adalah mengundang Kejaksaan Negeri Jakarta Barat untuk berkenan hadir sebagai narasumber. Karena santrinya banyak yang baru, mereka perlu pembekalan lagi,” ujar H. Jasa.
Ia menambahkan bahwa kegiatan edukasi hukum ini juga menjadi bagian dari rangkaian acara menyambut Musyawarah Daerah (Musda) VII LDII Jakarta Barat yang direncanakan bergulir pada Oktober mendatang. Selain Jaksa Masuk Pesantren, LDII juga menyiapkan aksi sosial lain seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga.
Pihak Kejari Jakarta Barat merespons positif undangan tersebut. Kasubsi Seksi Intelijen Kejari Jakbar, Zulkipli, S.H., M.H., menegaskan bahwa program yang diusung LDII sangat sejalan dengan misi Kejaksaan dalam memberikan edukasi hukum kepada masyarakat.
Zulkipli memproyeksikan agenda ini akan dilaksanakan dalam waktu dekat, menyasar generasi muda dengan materi-materi yang relevan terhadap tantangan zaman modern.
“Untuk materi yang akan disajikan terkait peserta dari anak-anak muda, kami arahkan ke pencegahan narkoba, UU ITE, dan masalah asusila. Agenda ini dijadwalkan kalau tidak bulan ini, ya awal bulan depan,” tutur Zulkipli.
Ia juga memaparkan bahwa institusinya aktif melakukan pendekatan hukum serupa lewat berbagai lini, mulai dari penyuluhan ke sekolah-sekolah, instansi pemerintah, hingga program ‘Jaksa Menyapa’ melalui siaran radio.[ANR]
