Bukan Sekadar Ngaji, Asrama Liburan LDII Gambir Jadi Wadah Regenerasi Guru Muda

Jakarta (29/6). Mengisi waktu libur semester dengan kegiatan positif, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kecamatan Gambir menghelat kegiatan Asrama Ngaji Liburan Sekolah. Acara keagamaan yang ditujukan bagi generasi penerus ini berlangsung selama empat hari, mulai Senin (29/6) hingga Kamis (2/7).

Puluhan anak dari berbagai jenjang usia, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA ini tampak penuh semangat memadati sejumlah titik lokasi pelaksanaan. Kegiatan ini dihelat secara serentak di beberapa tempat diantaranya; Masjid Baitul Manshurin, Majelis Taklim Nurul Iman dan Majelis Taklim Nurul Huda.

Selama asrama berlangsung dari pukul 09.00 hingga 11.00 WIB, para peserta mendapatkan berbagai pembekalan materi keagamaan yang intensif. Pembelajaran metode membaca Al-Quran menggunakan metode Tilawati, serta pendalaman materi fikih tentang thaharah atau kesucian.

Salah seorang tenaga pengajar, Fariq, mengungkapkan rasa syukurnya melihat antusiasme yang tinggi dari para peserta meskipun di tengah masa libur sekolah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk menanamkan nilai-nilai positif bagi anak-anak.

“Dengan adanya asrama ini, kami selaku guru bisa memberikan manfaat kepada anak-anak mengenai kepahaman untuk memperkuat karakter luhur mereka,” ujar Fariq.

Guna mendukung kelancaran dan menjaga kebugaran para peserta selama belajar, pihak panitia juga memperhatikan aspek pemenuhan gizi anak-anak.

“Kami menyediakan suplemen berupa roti dan susu untuk menunjang gizi mereka. Semoga acara seperti ini bisa terus berkelanjutan ke depannya,” tambah Fariq.

Perhatian terhadap kesejahteraan dan kegembiraan anak-anak tidak berhenti di dalam kelas saja. Sulthon, salah seorang guru pengajar kelas caberawit di Masjid Baitul Manshurin, membeberkan rencana penutupan rangkaian liburan ini.

“Setelah asrama ini selesai, insya Allah pada akhir pekan nanti kami akan mengajak anak-anak rekreasi. Ini sebagai wujud kepedulian kami terhadap kebugaran mereka, agar tetap senang dan selalu antusias dalam menimba ilmu,” jelas Sulton di tempat terpisah.

Sementara itu, nuansa berbeda namun sarat manfaat terlihat di Majelis Taklim Nurul Iman. Menurut salah satu pengajar, Royan Firdaus, momentum liburan kali ini juga dimanfaatkan sebagai wadah kaderisasi dan regenerasi bagi peserta usia remaja.

“Untuk generasi penerus yang sudah menginjak bangku SMA, kami berikan pembekalan ilmu sekaligus kesempatan untuk mengajar adik-adik kelasnya. Kami sangat berharap ada regenerasi bibit unggul dari generasi saat ini untuk meneruskan penyampaian Al-Quran dan Al-Hadits, sehingga ke depan ilmu yang diberikan bisa bermanfaat dan terus diamalkan,” pungkas Royan.[ANR]

Related posts

Leave a Comment