DMI Jakarta: Pemuda Jangan Malu Memakmurkan Masjid

Jakarta (28/2/2026). Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Provinsi DKI Jakarta, KH. Ma’mun Al Ayyubi menyampaikan apresiasi atas semangat para pemuda yang memakmurkan masjid. Ia berharap LDII dapat terus menjadi mitra strategis Dewan Masjid Indonesia serta pemerintah, termasuk aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI, dalam menjaga ketertiban dan keharmonisan masyarakat.

Pernyataan ini ia sampaikan dihadapan jamaah warga LDII dalam rangkaian acara Safari Ramadan 1447 H DPD LDII Jakarta Utara di Masjid Nurul Fajar, Cilincing, Jakarta Utara, pada Jumat (27/2/2026). KH Ma’mun Al Ayyubi, yang memberikan tausyiah dihadapan jamaah, menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban sebagai bagian dari implementasi nilai puasa.

“Umat Islam akan bangga jika wilayahnya aman dan tenteram. Sebaliknya, akan terganggu jika lingkungannya tidak kondusif,” ujarnya.

Ramadan, menurutnya, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih kedisiplinan, pengendalian diri, serta menjauhi perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa, seperti gibah, fitnah, sumpah palsu, dan penyebaran hoaks melalui media sosial.

KH Ma’mun juga mengingatkan generasi muda agar tidak malu memakmurkan masjid. Menurutnya, pemuda yang aktif di masjid merupakan kebanggaan keluarga dan aset umat. Ia mengapresiasi dominasi jamaah muda khususnya generasi muda LDII dan warga sekitar yang hadir dalam Safari Ramadan tersebut.

“Umat Islam akan merasa bangga apabila tanah airnya maju dan aman. Sebaliknya, umat Islam akan merasa terganggu apabila negerinya terganggu,” ujarnya.

Ia menegaskan, semangat tersebut perlu diturunkan dalam lingkup yang lebih kecil, termasuk di wilayah Kecamatan Cilincing. Menurutnya, masyarakat akan bangga jika lingkungannya aman, nyaman, dan tenteram, serta prihatin apabila terganggu oleh tindak kriminalitas maupun tawuran.

Sementara itu, Ketua DPD LDII Jakarta Utara, Pudya Sandjaya, menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum strategis yang sulit tergantikan di bulan-bulan lainnya. Menurutnya, kegiatan silaturahmi seperti Safari Ramadan lebih efektif dilaksanakan di bulan suci karena suasana kebersamaan dan keterbukaan lebih terasa.

“Momentum ini kita manfaatkan untuk bersilaturahmi, berdiskusi, dan menyampaikan informasi kepada warga, agar mengetahui kondisi yang berkembang saat ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Safari Ramadan di Masjid Nurul Fajar merupakan rangkaian kedua setelah sebelumnya dilaksanakan di Masjid Kanzil Ilmi, Penjaringan, yang dibuka oleh Ketua PCNU Kota Jakarta Utara KH Agus Muslim sekaligus Sekretaris Umum MUI Jakarta Utara. Rangkaian Safari Ramadan ini direncanakan berlangsung di lima masjid dan akan ditutup di Masjid Nurul Islam, Warakas.

Pudya juga mengingatkan kembali konsep pembinaan yang selama ini menjadi pedoman LDII, yakni ta’aruf, tafahum, ta’awun, dan taqabul dalam membangun ukhuwah. Selain itu, LDII mengedepankan prinsip “3K” dalam berdakwah dan bersosialisasi, yaitu karya, komunikasi, dan kontribusi.

Sementara itu, Ketua PC LDII Cilincing, Fuad Al Akbar yang menjadi tuan rumah acara, menyampaikan bahwa jamaah PC LDII Cilincing khususnya dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan berpegang pada prinsip “Panca Sukses Ramadan” yang menjadi pedoman pembinaan warga LDII setiap tahun.

Lima sukses tersebut meliputi sukses puasa, sukses salat tarawih, sukses tadarus Al-Qur’an, sukses i’tikaf untuk meraih Lailatul Qadar, serta sukses menunaikan zakat fitrah. Ia menambahkan, di masjid-masjid LDII, kegiatan Ramadan diisi dengan pembinaan intensif, termasuk tadarus dan pengajian setelah salat tarawih.

“Kami berharap Ramadan tahun ini dan seterusnya membawa keberkahan dan kemaslahatan bagi kita semua,” tuturnya.

Kegiatan Safari Ramadan 1447 H ini menjadi wujud kolaborasi antara LDII, tokoh agama, dan pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, serta menjaga suasana Ramadan yang aman dan penuh keberkahan di wilayah Cilincing dan Jakarta Utara secara umum. (*)

Related posts

Leave a Comment