Jakarta (30/3). Idul Fitri menjadi momentum untuk mengingat kembali esensi demokrasi Indonesia bukanlah demokrasi liberal, tapi demokrasi gotong-royong. Dalam demokrasi gotong-royong perselisihan diselesaikan secara konstruktif, artinya kebijakan pemerintah yang tidak bisa diterima oposisi, dirembuk untuk direkonstruksi menjadi keputusan yang bisa diterima seluruh rakyat Indonesia. Pengingat tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso, dalam pernyataannya menyambut Idul Fitri 1446 H. Ia mengungkapkan esensi demokrasi inilah yang menjadi pembeda dengan demokrasi liberal, “Demokrasi Indonesia bukan demokrasi bebas menghujat tapi merekonstruksi bersama-sama kebijakan yang tidak selaras dengan kepentingan umum,” tegas…
Read MoreYear: 2025
Mudik Lebaran: Berbagi Kisah dari Perantauan
Oleh: Thonang Effendi*) Mudik: Lebih dari Sekadar Pulang Kampung Mudik Lebaran bukan sekadar perjalanan pulang kampung. Ia adalah kisah rindu yang terbayar, kisah perjuangan yang diceritakan, dan kisah harapan yang terus menyala. Dari generasi ke generasi, tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan perantau. Tradisi mudik sudah ada sejak zaman kerajaan di Indonesia, bahkan sebelum Majapahit dan Mataram Islam. Kata “mudik” berasal dari bahasa Jawa, singkatan dari mulih dilik, yang berarti pulang sebentar ke kampung halaman. Dalam bahasa Melayu, “udik” berarti hulu atau ujung, mengacu pada kebiasaan masyarakat Melayu…
Read MoreBandung Lautan Api, Pengorbanan untuk Masa Depan yang Lebih Baik
Oleh: Thonang Effendi*) Peristiwa Bandung Lautan Api yang terjadi 79 tahun lalu, tepatnya pada 23-24 Maret 1946, menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Saat itu, Tentara Republik Indonesia (TRI) bersama rakyat Kota Bandung sengaja membakar kota mereka sendiri agar Sekutu tidak dapat menggunakannya sebagai markas strategis militer. Pada tengah malam, Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI, sementara kobaran api melahapbangunan, menghitamkan langit dengan asap tebal, serta memadamkan listrik hingga kota berubah menjadi lautan api. Perasaan haru biru, kesedihan, dan semangat perjuangan bercampur menjadi satu.…
Read More