Jakarta (1/9). Di tengah situasi sosial-politik yang menghangat dan sejumlah aksi demonstrasi yang berujung pada tindakan anarkis di berbagai titik ibu kota, para tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam di Jakarta Pusat kompak menyuarakan satu hal: jaga kedamaian, hindari provokasi, rawat persatuan.
Bertempat di kediaman Ketua Umum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI), Gus Syaifuddin, di Jakarta, Minggu (31/8/2025), pertemuan lintas ormas Islam ini menjadi panggung moral bagi suara-suara bijak dari para pemimpin umat.
Mereka hadir bukan hanya sebagai tokoh agama, tapi sebagai penjaga harmoni sosialdan pada hari itu, mereka menolak keras kekerasan, serta mengajak seluruh umat untuk tetap tenang, dewasa, dan menjunjung tinggi nilai-nilai Islam dan kebangsaan.
Dalam pernyataan bersama, para tokoh menyampaikan keprihatinan dan penyesalan mendalam atas terjadinya aksi unjuk rasa yang berubah menjadi ajang kekerasan dan perusakan fasilitas umum. Mereka menilai, tindakan anarkis bukan hanya mencoreng semangat demokrasi, tapi juga merusak nilai luhur perjuangan rakyat.
Pertemuan ini dihadiri tokoh-tokoh penting dari berbagai ormas dan lembaga Islam di Jakarta Pusat, di antaranya:
Pimpinan Ormas Islam dan Tokoh Masyarakat Se-Jakarta Pusat,
- KH Robi Fadil Muhammad, M.Pd. Ketua MUI Kota Jakarta Pusat
- Gus Syaifudin, M.E., Ketum Forum Ulama Santri Indonesia (FUSI)
- Ust Waljo, S.Pd.I.DMI Kota Jakarta Pusat.
- Gus Ahmad Rifqi Fuadi, S.E. – Ketua Forum. Kerukunan Umat Beragama Kota Jakarta Pusat
- KH Ahmad Samman, S.Pd. – Rais Syuriah PCNU Kota Jakarta Pusat 2022-2025
- Drs. H. Bambang Purnomo, M.M. Ketua Muhammadiyah Kota Jakarta Pusat
- Ust. Achmad Fadilah, S.Sos.l. Ketua Persis Kota Jakarta Pusat
- H. Sukarjan, M.T.LDII Kota Jakarta Pusat
- Ust. Burhan Lili, S.Pd.J- Ketua Mathla’ul Anwar Kota Jakarta Pusat
- KH. Fahruddin Wibowo-Ketua Forum Ulama Habaib Kota Jakarta Pusat
- KH. Muhammad Fikri Mukaddas, BS. -Pengasuh Pesantren Ath-Thobroniyah
- H. Jamaludiin, S.Pd. Ketua Yayasan Al-Muddatsiriah Kota Jakarta Pusat
- H. Joko Wardoyo-Ketua Forum Rt/Rw Kota Jakarta Pusat
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa kekuatan umat dapat disatukan untuk menjaga ketenangan, bukan menambah bara.
Sekretaris LDII Jakarta Pusat, H. Sukarjan menyampaikan,”Kepada semua pihak menahan diri, tetap menjaga persatuan bangsa, untuk elit politik dan pemerintah untuk mendengar keluh kesah masyarakat dan mencari jalan yang terbaik untuk keutuhan bangsa dan negara.”
Para tokoh agama sepakat bahwa Jakarta bukan sekadar ibu kota administratif, melainkan simbol kebangsaan dan wajah Indonesia di mata dunia. Segala bentuk kekerasan di Jakarta, menurut mereka, mencoreng citra bangsa dan menimbulkan luka sosial yang dalam.

Pertemuan ini pun ditutup dengan penegasan bahwa demokrasi sejati harus diiringi dengan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan. Para tokoh menolak jalan kekerasan, dan mengingatkan bahwa musyawarah dan dialog adalah warisan luhur bangsa yang harus dijaga. [ANR]
