Kesbangpol DKI Jakarta dan LDII Sepakat Perkuat Wawasan Kebangsaan Melalui Media Sosial

​Jakarta (30/9). Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta menerima kunjungan audiensi DPW LDII Provinsi DKI Jakarta. Pertemuan ini membahas penguatan kolaborasi dalam menjaga kerukunan, pembinaan generasi muda, serta pemanfaatan media sosial secara bijak untuk menangkal isu-isu negatif seperti radikalisme dan intoleransi.

​Kepala Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta, Abdul Khalit, menyambut baik langkah sinergi ini. Ia menekankan pentingnya peran aktif organisasi kemasyarakatan (ormas) seperti LDII dalam membina generasi muda agar tidak terjerumus pada disinformasi maupun penyalahgunaan media sosial.

​”Kita tidak bisa menepis perkembangan teknologi. Medsos ini luar biasa dampaknya, baik positif maupun negatif. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat komunikasi dan bersinergi dengan ormas untuk membentengi generasi muda dari paparan intoleransi, radikalisme, hingga berita hoaks,” ujar Abdul Khalit dalam pertemuan tersebut.

​Sementara itu, Wakil Ketua DPW LDII Jakarta, Muhammad Ied, menyampaikan bahwa lembaganya secara aktif membina jaringan dakwah yang mencakup ratusan masjid di Jakarta.

“LDII memasukkan materi ekoteologi, penanganan isu lingkungan, serta wawasan kebangsaan guna menanamkan nilai-nilai toleransi kepada masyarakat, khususnya kalangan pemuda,” katanya.

​Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris DPW LDII Jakarta, Teguh Sugiyono, menambahkan bahwa pihaknya terus beradaptasi dengan era digital melalui berbagai kegiatan pembinaan kreatif bagi generasi muda. Baru-baru ini, DPW LDII Jakarta bahkan telah menggelar pelatihan jurnalistik, etika media sosial, serta merangkul kalangan muda yang memiliki hobi di bidang fotografi, videografi, hingga pengelolaan konten positif.

​”Kami terus berupaya menyediakan wadah positif bagi generasi muda agar energi mereka tersalurkan dengan baik. Melalui kolaborasi bersama pemerintah, termasuk Kesbangpol dan aparat penegak hukum, kami ingin memastikan informasi edukatif dan pesan-pesan kebangsaan dapat disebarkan secara masif ke ruang digital,” ungkap Teguh.

​Melalui audiensi ini, kedua belah pihak sepakat untuk terus meningkatkan koordinasi tematik guna mengantisipasi berbagai isu sosial di ibu kota, sekaligus menjadikan ruang digital sebagai sarana menyebarkan nilai-nilai persatuan, kedamaian, dan moderasi beragama di tengah masyarakat Jakarta. (*)

Related posts

Leave a Comment