Caberawit LDII Pondok Karya Isi Liburan Sekolah dengan Pembinaan Berkarakter Luhur

TANGERANG SELATAN (29/6). Pengurus Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Karya menggelar rangkaian kegiatan liburan sekolah bagi anak-anak Caberawit pada 22–28 Juni 2026 di Masjid Baitussyakur. Mengusung tema “Generus Berlibur dalam Pembinaan Berkarakter Luhur”, kegiatan yang diikuti 35 peserta ini memadukan unsur pendidikan, pembinaan karakter, dan rekreasi.

Caberawit merupakan sebutan bagi generus (generasi penerus) jenjang usia dini hingga sekolah dasar di lingkungan LDII. Rangkaian kegiatan mencakup Asrama Liburan Sekolah, pelatihan kemandirian melalui kegiatan membuat spageti, rekreasi berenang, hingga pembagian rapor. Asrama liburan sendiri berlangsung selama lima hari dan diisi kegiatan mengaji Al-Qur’an dan hadis serta beragam aktivitas pembinaan lainnya.

Dewan Guru Caberawit, Alya Nur Fauziah, menyampaikan apresiasi atas kerja sama orang tua dan anak-anak sehingga kegiatan yang memadukan pendidikan, pembinaan karakter, dan rekreasi itu berjalan lancar. Ia mengakui tantangan terbesar dewan guru selama kegiatan adalah menjaga kedisiplinan, fokus, dan semangat anak-anak.

“Alhamdulillah hal tersebut dapat diatasi melalui kerja sama antarguru, pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang baik, serta pendekatan yang sabar, konsisten, dan menyenangkan kepada anak-anak,” ujarnya.

Melalui kegiatan sepekan tersebut, Alya berharap anak-anak semakin termotivasi menerapkan 29 Karakter Luhur LDII. Ia juga berharap peserta makin bersemangat mengaji, meningkat dalam menjalankan ibadah wajib maupun sunah, serta mampu menerapkan kebiasaan baik di rumah dan lingkungan sekitar.

Pengurus PPG, Ahmad Fahrian, menilai kegiatan selama sepekan menjadi sarana efektif untuk mengisi masa liburan dengan aktivitas yang produktif dan bermanfaat. Menurutnya, asrama liburan Caberawit yang berlangsung lima hari berjalan baik dengan antusiasme peserta yang tinggi.

“Selain mengaji Al-Qur’an dan hadis, para generus mengisi asrama dengan kegiatan bermanfaat seperti membuat spageti untuk melatih kemandirian dan berenang untuk melatih kebugaran serta kesehatan. Hal ini senada dengan salah satu dari 29 karakter luhur, yaitu mandiri,” katanya.

Ahmad berpesan agar generus terus bersemangat menimba ilmu, baik ilmu agama melalui Al-Qur’an dan hadis maupun ilmu dunia. “Keberhasilan yang hakiki adalah ketika generus berhasil dalam urusan dunia sekaligus akhiratnya,” ucapnya.

Antusiasme juga tampak dari para peserta. Dua anak Caberawit, Keenan dan Lion, mengaku sangat senang mengikuti asrama liburan karena kegiatannya seru dan tidak membosankan dengan banyak variasi acara. Bagi keduanya, momen paling berkesan adalah berenang bersama teman-teman.

Kesan positif turut disampaikan perwakilan orang tua, Dinda, yang senang melihat anak-anak mengisi liburan dengan kegiatan edukatif sekaligus menyenangkan.

“Yang paling saya syukuri, dengan padatnya kegiatan selama sepekan, liburan anak-anak menjadi lebih terkontrol, baik dalam mengaji yang mencakup bacaan, hafalan, dan pembinaan karakter, maupun dalam pergaulan melalui kegiatan berenang dan belajar memasak spageti bersama teman-temannya. Hasil belajar mereka pun memuaskan saat pembagian rapor,” tuturnya.

Melalui rangkaian kegiatan bertema “Generus Berlibur dalam Pembinaan Berkarakter Luhur” ini, PAC LDII Pondok Karya berharap program serupa dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi perkembangan karakter luhur serta keterampilan generasi penerus. (senja/*)

Related posts

Leave a Comment