Lebih ‘DEKAT’ dengan Keluarga: Cara Wanita LDII Cilincing Rajut Keakraban Lewat Empati dan Komunikasi

Jakarta (17/6). Pengaruh era digital dan ketergantungan pada gawai (gadget) kerap menjadi tantangan besar dalam menjaga keharmonisan keluarga saat ini. Merespons fenomena tersebut, LDII Kecamatan Cilincing menggelar seminar parenting dan ketahanan keluarga yang interaktif di Masjid Nurul Fajar, Jakarta Utara, Selasa (16/6).

Kegiatan yang dihadiri oleh 125 peserta ini memperkenalkan sebuah formula khusus bernama metode “DEKAT” singkatan dari Dengarkan, Empati, Komunikasi, Akrab, dan Taat. Melalui metode ini, Wanita LDII Cilincing ingin mengingatkan kembali peran penting seorang wanita sebagai pilar utama dalam menciptakan suasana rumah yang hangat dan harmonis di tengah kesibukan modern.

Acara ini mendapat apresiasi langsung dari Lurah Cilincing, Yuyun Yuniarti, yang turut hadir di lokasi. Dalam sambutannya, Yuyun menekankan pentingnya perubahan pola asuh orang tua dalam menghadapi anak usia remaja.

“Saya sangat senang dengan kegiatan positif warga seperti ini. Agar hubungan dengan anak remaja harmonis, orang tua jangan hanya mau didengar, tetapi harus mau mendengarkan karena fase mereka sudah berbeda,” ujar Yuyun.

Ia juga menambahkan bahwa pihak Kelurahan Cilincing siap bersinergi dan melibatkan warga LDII dalam kegiatan serupa di masa mendatang. Sebagai bentuk penghargaan atas dukungan tersebut, PC LDII Cilincing memberikan plakat apresiasi secara simbolis kepada Lurah Cilincing.

Seminar ini menghadirkan psikolog Laksmita Ramadhanti, sebagai narasumber utama. Dari sudut pandang psikologi, Laksmita mengupas tuntas bahwa formula “DEKAT” bukan sekadar singkatan, melainkan langkah konkret yang bisa langsung dipraktikkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga (PPKK) PC LDII Cilincing, Chamnah Wahyuni.

Ia berharap formula ini mampu menjadi solusi bagi kebuntuan komunikasi di rumah. “Melalui formula ‘DEKAT’, semoga seminar ini dapat menjembatani komunikasi yang tersumbat antara orang tua dan anak agar terwujud keterbukaan serta solusi terbaik bagi keluarga,” kata Chamnah.

Suasana seminar terasa hidup saat memasuki sesi diskusi dan tanya jawab. Panitia sengaja mempertemukan sudut pandang remaja putri dengan para ibu untuk mengurai sumbatan komunikasi secara langsung. Untuk memotivasi peserta, panitia juga membagikan doorprize menarik bagi mereka yang aktif berbagi cerita.

Pada sesi penutupan, perwakilan Bidang PPKK DPD LDII Jakarta Utara, Listyani, mengajak seluruh peserta untuk menyelaraskan ilmu parenting modern dengan nilai-nilai agama.

“Mari kita selaraskan ilmu parenting yang sudah didapat dengan tuntunan Al-Qur’an. Saatnya kita praktikkan agar terwujud keluarga yang harmonis dalam agama, dengan niat lurus menuju surga,” ungkap Listyani.

Ia berharap 125 peserta yang hadir dapat membawa perubahan positif dan menjadi motor penggerak keharmonisan di rumah mereka masing-masing.[FAM]

Related posts

Leave a Comment