Jakarta Selatan (27/12). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Administrasi Jakarta Selatan menginstruksikan seluruh jajarannya di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC) untuk menggelar kegiatan intensif bertajuk “Asrama Liburan Sekolah” (Aslilah) pada akhir Desember 2025.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya mengisi waktu libur sekolah semester ganjil dengan kegiatan produktif, sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif pergaulan. Kegiatan ini berlangsung serentak di berbagai titik, mulai dari tanggal 21 hingga 27 Desember 2025.
Menanggapi maraknya pelaksanaan Aslilah di wilayahnya, Ketua DPD LDII Jakarta Selatan, Mulyono, memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pengurus PAC dan PC yang telah bergerak aktif. Ia menegaskan bahwa Aslilah bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah “ekosistem pembinaan moral” yang krusial.
“Aslilah merupakan respons konkret LDII Jakarta Selatan dalam menghadapi tantangan demografi dan era digital. Kami memandang momentum liburan bukan sekadar waktu jeda, melainkan peluang emas untuk melakukan pembinaan karakter secara intensif, melengkapi pendidikan formal yang mereka dapatkan di sekolah,” ungkap Mulyono, Sabtu (27/12).
Mulyono mengelaborasi bahwa fokus utama kegiatan ini adalah akselerasi pembentukan karakter profesional religius.
“Kami tidak hanya ingin anak-anak pintar secara akademis, tetapi mereka harus memiliki budi pekerti yang kuat. Melalui Aslilah, kami menanamkan ‘Tri Sukses’ (berakhlakul karimah, alim-faqih, mandiri) serta 29 Karakter Luhur. Harapannya, generasi muda Jakarta Selatan tumbuh menjadi SDM unggul yang memiliki kesalehan sosial tinggi, rukun, kompak, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Mulyono.
Pelaksanaan Masif di Berbagai Wilayah
Semangat pembinaan ini terlihat nyata di lapangan. Di wilayah Ciganjur, PAC LDII setempat menggelar Aslilah di Masjid Daarul Iman pada 21-25 Desember. Ketua PAC LDII Ciganjur, Janawan, menjelaskan program ini diikuti antusias oleh peserta usia dini hingga remaja.
“Liburan sekolah seringkali membuat anak terlena. Melalui Aslilah, kami memastikan waktu luang mereka terisi pembinaan agama intensif untuk mencetak generasi yang mandiri dan berakhlakul karimah,” ujar Janawan.
Sementara itu, di LDII Cipedak, kegiatan dipusatkan di Masjid Al Firdaus pada 22-26 Desember. Ketua Panitia, Dicky Firdaus Kurniawan, menekankan pada kurikulum “29 Karakter Luhur”.


“Kami menanamkan nilai kejujuran, amanah, hingga hormat kepada orang tua. Metode pengajaran dibuat interaktif agar anak-anak menyerap nilai-nilai tersebut dengan gembira tanpa merasa digurui,” jelas Dicky.
Tak kalah semangat, PAC LDII Pondok Labu menggelar kegiatan serupa di Masjid Baiturrahim pada 23-27 Desember. Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, menyoroti pentingnya imunitas mental menghadapi akhir zaman.
“Selain materi agama, kami berikan strategi menghadapi bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Aspek kemandirian juga dilatih praktis melalui piket konsumsi berkelompok, mengajarkan kerja sama tim yang solid bagi generasi Z dan Alpha,” pungkas Hasbi.
Melalui gerakan serentak ini, DPD LDII Jakarta Selatan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter bangsa yang dimulai dari lingkungan masyarakat terkecil. (*)
