Sambut Hari Pelanggan Nasional, LDII Utan Kayu Selatan Gelar Seminar Keuangan Syariah

Jakarta (8/9). LDII Utan Kayu Selatan menggelar Seminar Syariah bertajuk “Langkah Perencanaan Keuangan Keluarga” di Masjid Nasrumminnallah, Kelurahan Utan Kayu Selatan, Kecamatan Matraman, Kota Jakarta Timur, pada Minggu (6/9).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Pelanggan Nasional ini bertujuan guna memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya pasangan muda, keluarga, dan generasi muda LDII, mengenai pentingnya membangun fondasi keuangan rumah tangga yang terencana sesuai prinsip-prinsip syariah.

Pengurus PAC LDII Utan Kayu Selatan, Rida Zuanda menegaskan, keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi penentu ketahanan bangsa. Oleh karena itu, perencanaan yang matang dari segi pendidikan anak, manajemen waktu, hingga pengaturan finansial sangat krusial untuk dipersiapkan secara bijak.

“Perencanaan keuangan berbasis syariah bukan sekadar soal halal dan haram dalam mencari penghasilan, tetapi juga bagaimana mengelola, membelanjakan, dan mengalokasikannya dengan penuh tanggung jawab. Prinsip syariah mengajarkan kita untuk mengutamakan skala prioritas (daruriyat, hajiyat, tahsiniyat) serta menghindari riba dan gharar. Dengan begitu, keuangan tidak hanya sehat secara angka, tetapi juga mendatangkan ketenangan batin dan keberkahan,” ujar Rida.

Ia juga berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi acara seremonial, melainkan ada langkah konkret lanjutan berupa pendampingan atau komunitas belajar keuangan berkelanjutan yang dapat menjangkau masyarakat luas hingga pasangan yang siap menikah.

Hadir sebagai narasumber, Pakar Bank Syariah Indonesia (BSI), Harsaid Yusuf Bakhtiar, memaparkan bahwa dalam Islam, harta merupakan amanah yang harus dikelola secara bertanggung jawab tanpa berlebihan (israf). Pengelolaan keuangan syariah membantu keluarga memenuhi kebutuhan masa kini, mempersiapkan masa depan, serta menjalankan kewajiban sosial seperti zakat, infak, dan sedekah.

Dalam pemaparannya, Harsaid membagikan langkah praktis membangun kebiasaan menabung dan berinvestasi syariah, di antaranya menyusun anggaran bulanan, mengutamakan kebutuhan daripada keinginan, menyisihkan pendapatan di awal, menetapkan tujuan keuangan, hingga memanfaatkan instrumen investasi syariah seperti tabungan rencana, reksa dana syariah, maupun sukuk.

“Konsistensi nominal yang kecil namun rutin jauh lebih baik dibanding menunggu memiliki dana besar untuk mulai menabung atau berinvestasi,” ungkap Harsaid.

Ia menuturkan bahwa kunci utama keuangan keluarga adalah keberkahan dan pengelolaan rezeki yang bijak, bukan sekadar besarnya pendapatan.

“Bukan seberapa besar penghasilan kita yang menentukan masa depan keluarga, tetapi seberapa bijak kita mengelola dan mensyukuri rezeki yang telah Allah titipkan,” pungkasnya. (*)

Related posts

Leave a Comment