Jakarta (2/9). DPD LDII Jakarta Selatan melalui bagian Pemberdayaan Perempuan dan Kesejahteraan Keluarga menghelat seminar Smart Shopping Smart Living di Gedung Serba Guna Bina Insan Mulia, pada Minggu (30/8). Acara ini diikuti sebanyak 140 peserta generasi putri guna membekali remaja putri dan calon ibu masa depan agar mampu membedakan kebutuhan dan keinginan serta terhindar dari perilaku belanja impulsif akibat tren maupun diskon.
Pengisi Seminar, Kartika Putri menekankan, pentingnya memiliki skala prioritas dan target keuangan jangka panjang untuk menahan godaan belanja yang tidak esensial. “Dalam hidup harus punya goal besar. Jika ada prioritas masa depan, kita bisa menahan keinginan kecil yang sesaat. Jika ingin self-reward, pastikan sudah dianggarkan khusus agar tidak mengganggu kebutuhan utama,” jelas Kartika.
Ia juga mebagikan tips praktis seperti membuat daftar belanja, memberi jeda waktu sebelum membeli, dan berhenti sejenak agar tidak terjebak belanja impulsif.
Ketua Panitia, Memey, menegaskan tema ini diangkat karena maraknya fenomena FOMO (Fear of Missing Out) dan tren kosmetik di kalangan wanita muda. “Alhamdulillah antusiasme peserta acara ini sangat tinggi sepanjang acara yang juga diisi dengan sesi tanya jawab, Forum Group Discussion (FGD), hingga gim kekompakan menyusun kata,” tegas Memey.
Manfaat kegiatan ini dirasakan langsung oleh para peserta. Riski Sri Oktafi mengaku mendapat pemahaman baru tentang pertimbangan kualitas dan kemampuan finansial sebelum membeli barang. “Melalui acara ini, kami jadi lebih paham cara mempertimbangkan kualitas barang dan kemampuan finansial sebelum memutuskan untuk membeli,” tutur Riski.
Senada dengan hal itu, peserta lain yang turut hadir, Maharani Nevaria menyoroti pentingnya mengendalikan diri saat bias antara kebutuhan dan keinginan terjadi. “Tantangan terbesar memang mengendalikan diri saat keinginan terasa seperti kebutuhan, tetapi seminar ini mengajarkan pentingnya skala prioritas agar tidak terjebak belanja impulsif,” ucap Maharani.


Perwakilan Keputrian Pokja PPG LDII Jakarta Selatan, Sabita Nur Cholidah, mengungkapkan seminar ini sejalan dengan pembinaan 29 Karakter, khususnya nilai Mujhid (bersungguh-sungguh) dan Muzhid (kerendahan hati/pola hidup sederhana).
“Seminar Smart Shopping Smart Living ini merupakan bentuk pembinaan nyata 29 Karakter, khususnya nilai Mujhid dan Muzhid. Kami ingin membekali Generasi Z agar tidak sekadar mengikuti tren digital, melainkan mampu mengendalikan diri dan membangun kebiasaan finansial yang sehat dengan menyiapkan tabungan masa depan,” ungkapnya.[ANR]

