Masjid LDII Bekasi Barat Jadi Ruang Tumbuh Kembang bagi Anak Usia Dini

Jakarta Timur (14/7). Suasana sore di Komplek Puri Idaman, Bekasi Barat, tampak berbeda dari biasanya. Pelataran Masjid Sulthon Aulia riuh oleh gelak tawa puluhan anak usia PAUD dan TK yang antusias mengikuti hari pertama kegiatan pengajian sore, Minggu (14/7).

Masjid di bawah naungan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Bekasi Barat ini menerapkan pendekatan unik. Alih-alih langsung meminta anak-anak duduk rapi di dalam masjid, mereka terlebih dahulu diajak berkumpul di halaman untuk mengikuti rangkaian permainan berkelompok.

Permainan sederhana yang sarat akan pesan kerja sama ini digelar dengan penuh keceriaan. Anak-anak tampak saling berpegangan tangan, belajar membangun komunikasi, dan berbaur dengan rekan sebayanya.

Qanita Alyka Hadi, selaku muballighot (guru agama wanita) yang mendampingi kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa pendekatan interaktif sangat penting untuk pengenalan rumah ibadah bagi anak usia dini.

“Melihat anak-anak bisa bermain dan tertawa lepas sebelum mulai mengaji adalah kebahagiaan tersendiri bagi saya. Harapannya, melalui permainan ini mereka bisa belajar bekerja sama dan merasa nyaman berada di lingkungan masjid sejak dini,” ujar Qanita.

Strategi “bermain sambil belajar” tersebut terbukti ampuh. Anak-anak yang awalnya tampak malu-malu, perlahan mulai aktif berbaur dan menunjukkan semangat tinggi. Keramaian di Masjid Sulthon Aulia sore itu menjadi bukti bahwa menanamkan kecintaan pada rumah ibadah dapat dimulai dengan cara yang menyenangkan dan edukatif.

Para orang tua yang mendampingi pun tampak bangga melihat antusiasme putra-putri mereka. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi sarana belajar mengaji, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter anak melalui nilai-nilai keislaman dalam suasana yang hangat dan akrab.

Rangkaian kegiatan sore ditutup dengan sesi masuk ke dalam masjid secara tertib. Dengan dimulainya program pengajian ini, Masjid Sulthon Aulia tidak hanya berfungsi sebagai pusat ibadah, tetapi juga sukses berperan sebagai ruang tumbuh kembang yang ramah anak bagi generasi penerus. (QAH)

Related posts

Leave a Comment