Jakarta Selatan (27/12). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pesanggrahan kembali menunjukkan komitmennya dalam membina generasi muda melalui kegiatan positif. Memanfaatkan momen libur panjang akhir tahun, LDII Pesanggrahan menggelar kegiatan Asrama Liburan Sekolah (ALIS) yang dipusatkan di Masjid Nurul Huda, Pesanggrahan, Jakarta Selatan.
Kegiatan yang berlangsung intensif pada akhir Desember 2025 ini diikuti oleh total 80 peserta, yang terdiri dari 30 pelajar tingkat SD dan 50 pelajar tingkat SMP hingga SMA/SMK.
Aziz Setia Aji, panitia acara menyebutkan bahwa ALIS dirancang agar waktu libur siswa tidak terbuang sia-sia, melainkan diisi dengan penguatan spiritual dan kemandirian. Pelaksanaan dibagi menjadi dua gelombang; tingkat SD dilaksanakan pada 20-24 Desember 2025, sementara tingkat SMP-SMA/K digelar pada 22-26 Desember 2025.
Kurikulum Berbasis Karakter dan Ibadah
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan materi yang komprehensif mulai pukul 09.00 WIB hingga waktu salat Zuhur. Hal ini dilakukan untuk membiasakan para siswa disiplin melaksanakan salat berjamaah di masjid.
Untuk tingkat SD, materi difokuskan pada pengenalan dasar yang menyenangkan, meliputi membaca huruf Arab menggunakan metode Tilawati, menulis Arab (Kitabaty), praktik wudu dan salat, serta penanaman 29 Karakter Luhur yang dipadukan dengan permainan edukatif.
Sementara itu, bagi peserta tingkat SMP dan SMA/SMK, materi ditekankan pada pendalaman Al-Qur’an (Makharijul Huruf, Tajwid, dan Tafsir), pemantapan praktik ibadah, serta implementasi 29 Karakter Luhur dalam pergaulan sehari-hari. Guna menjaga antusiasme peserta, panitia juga menyediakan kudapan (snack) dan makan siang bersama.
Siapkan Tongkat Estafet Perjuangan
Pembina PAC LDII Pesanggrahan, H. Sudiyono, dalam sesi penutupan menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu duniawi dan ukhrawi. Menurutnya, tantangan zaman ke depan menuntut generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki fondasi agama yang kuat.


“Generus (generasi penerus) diharapkan lebih giat belajar dalam mencari ilmu keduniaan maupun ilmu agama sebagai bekal kehidupan kelak saat dewasa. Sebab, dalam 10 hingga 15 tahun ke depan, generus sekaranglah yang akan menerima tongkat estafet regenerasi perjuangan,” ujar H. Sudiyono.
Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ALIS ini, LDII berharap dapat mencetak generasi yang profesional religius, yang siap berkontribusi bagi bangsa dan agama. Kegiatan ini ditutup dengan salat Zuhur berjamaah, menandai berakhirnya sesi harian dengan kebersamaan yang religius. (*/aziz)

