Jakarta (4/1). Mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang bermanfaat, puluhan remaja PAC LDII Kecamatan Penjaringan menggelar pengajian akhir tahun di Masjid Kanzil Ilmi, Jakarta Utara, pada Rabu (31/12). Menariknya, acara tahun ini dikemas dengan konsep kreatif bertajuk “JUMANJI” atau Jumpa Teman Nyambi Ngaji, yang berhasil menarik antusiasme generasi muda setempat untuk hadir dan menyimak ilmu agama.
Kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 70 peserta terdiri dari remaja putra-putri serta didampingi dari beberapa pengurus PC-PAC se-Kecamatan Penjaringan yang turut meramaikan acara tersebut. Dengan pengajian akhir tahun diadakan di masjid ini agar membentengi para remaja dari pengaruh negatif perayaan malam tahun baru yang berlebihan.
Melalui JUMANJI, panitia menyuguhkan perpaduan antara materi pengajian yang mendalam dengan sesi diskusi santai serta keakraban antar peserta serta ramah tamah makan bersama sehingga suasana belajar agama terasa lebih menyenangkan bagi kaum milenial dan gen Z.
Pujianto selaku Ketua PC LDII Kecamatan Penjaringan menyampaikan apresiasi tingginya terhadap kemauan para remaja yang memilih hadir di masjid dibandingkan menghabiskan waktu di jalanan.
“Kami senang dengan remaja LDII yang bisa memanfaatkan waktunya di sela-sela akhir tahun. Kebanyakan liburan ataupun berpesta di luar sana, tapi remaja LDII masih sempat mengaji akhir tahun. Ini merupakan kegiatan yang positif,” ujarnya saat ditemui di lokasi acara.
Senada dengan hal tersebut, Dewan Penasehat PC LDII Penjaringan, Hari Mulyono, mengakui bahwa pendekatan kreatif sangat diperlukan dalam membina generasi saat ini. Menurutnya, pola dakwah harus beradaptasi dengan perkembangan zaman agar pesan-pesan kebaikan dapat diterima dengan baik oleh anak muda tanpa adanya rasa terpaksa.
“Generasi sekarang ini kalau hanya kita suruh ngaji ya agak susah, tapi dengan ide kreatif dari panitia mengemas acara yang bagus, alhasil peserta sangat antusias datang mengikuti pengajian sampai esok harinya,” ungkap Hari.
Ia menambahkan bahwa konsep JUMANJI terbukti efektif menjadi magnet bagi para remaja untuk tetap istiqomah dalam beribadah.


Kegiatan yang berlangsung hingga keesokan paginya ini ditutup dengan do’a bersama dan makan bersama dimalam harinya. Melalui kesuksesan acara ini, LDII Penjaringan berharap semangat positif remaja LDII Penjaringan dapat terus dipertahankan sebagai wadah pembinaan karakter remaja yang alim, mandiri, dan berakhlakul karimah di masa depan.[ANR]
