Sekum DPW LDII DKI Jakarta: Hujan adalah Rahmat, Banjir adalah Musibah

ldiijakarta.or.id – Umroh di Tanah Suci tidak menghentikan Sekretaris DPW LDII DKI Jakarta, H. Muhammad Ied, untuk mendoakan seluruh warga Jakarta khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya yang terdampak musibah banjir.

Melalui surat elektroniknya, ia berpesan kepada seluruh masyarakat di Indonesia khususnya yang terkena musibah kebanjiran tempat tinggalnya hingga kehilangan harta bendanya bahkan sampai ada yang anggota keluarganya kehilangan nyawa, agar tetap bersabar.

“Musibah Bencana Banjir ini hendaknya disikapi dengan penuh hikmah dan bijak, serta dengan kesabaran yang lebih. Turunnya air hujan yang mengakibatkan banjir ini sebagai kuasa Allah SWT yang tidak bisa dibendung dan dikendalikan oleh manusia. Air hujan merupakan rahmat dan banjir itu peringatan dari Allah SWT agar kita semua bisa instrospeksi, lebih mendekatkan diri kepada-Nya, melaksanakan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya,” ucap Muhammad Ied.

“Kita adalah bangsa yang terbiasa dengan gotong royong, saling menolong sesama yang sedang mengalami musibah dengan tenaga, pikiran, harta, maupun juga doa yang kita panjatkan kpd Allah SWT. Musibah ini harus dijadikan moment untuk merekatkan kembali tali persaudaraan sesama anak bangsa, dengan saling tolong menolong dan bantu membantu satu dengan yang lain tanpa harus melihat siapa dia, agama apa dia”, lanjutnya.

Derasnya hujan yang turun sejak Selasa, 31 Desember 2019 malam membuat sungai dan got di sekitar kompleks perumahan tak lagi mampu menampung air. Hal itu mengakibatkan banjir sehingga aktivitas warga DKI Jakarta Khususnya dan sekitarnya lumpuh.

Sementara Data Informasi dan Komunikasi (Kapusdatinkom) BNPB yang disampaikan oleh Agus Wibowo Ketua BNPB menyebut setidaknya ada 169 titik banjir di seluruh wilayah Jabodetabek dan Banten.

Titik banjir terbanyak berada di Provinsi Jawa Barat yakni 97 titik, DKI Jakarta 63 titik dan Banten 9 titik. Kedalaman banjir tertinggi sebesar 2,5 m terjadi di Perum Beta Lestari, Jatirasa, Jatiasih, Kota Bekasi, Jelas Agus Wibowo.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa wilayah yang paling terdampak banjir adalah Kota Bekasi (53), Jakarta Selatan (39), Kabupaten Bekasi (32), dan Jakarta Timur (13), sambungnya.

Dari data tersebut diatas sebaiknya jangan dikembangkan kebiasaan berpikir menyalahkan pihak tertentu atas terjadinya peristiwa yang terjadi ini, tetapi hendaknya kita kembalikan kepada yang diatas.

“Marilah kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar keluarga kita yang mendapatkan musibah kebanjiran ini diberikan kekuatan dan kesabaran,” tutupnya. /**

Related posts

Leave a Comment